Turki akan Terus Kurangi Tentaranya di Irak
Minggu, 20 Desember 2015 8:43 WIB
Ankara, (AntaraSumbar) - Turki akan terus memindahkan sebagian tentaranya ke luar Provinsi Nineveh di Irak Utara, tempat kamp itu berada.
Turki telah mengakui bahwa "terjadi salah komunikasi" dengan Irak mengenai pengerahan tentara Turki belum lama ini ke pangkalan militer Bashiqa di Irak Utara, demikian isi satu dari Kementerian Luar Negeri Turki, Sabtu (19/12).
Sebagai anggota yang berkomitmen dari koalisi global melawan kelompok IS, Turki siap bekerja sama dengan Irak untuk lebih secara erat mengkoordinasikan upaya gabungan guna mengalahkan dan menghancurkan gerilyawan fanatik.
Turki akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Irak mengenai sumbangan militernya bagi perang melawan IS, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Ankara mengerahkan ratusan prajurit ke Bashiqa pada awal Desember, dan mengatakan pasukan tersebut adalah bagian dari misi internasional untuk melatih dan memperlengkapi pasukan Irak dalam memerangi IS. Baghdad mengecam tindakan itu dan mengatakan Irak tak pernah mengundang pasukan semacam itu.
Satu rombongan hampir 10 kendaraan meninggalkan Kamp Bashiqa pada Senin pagi dan pergi ke wilayah lain di Irak Utara, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anatolia.
Gerakan tentara tersebut dilakukan setelah reaksi keras Irak terhadap penggelaran tentara Turki itu di Bashiqa, yang dikatakan Ankara bertujuan melatih pasukan Sunni dalam perang mereka melawan IS.
Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh, telah dikuasai IS sejak Juni 2014. (Xinhua-OANA)
Turki telah mengakui bahwa "terjadi salah komunikasi" dengan Irak mengenai pengerahan tentara Turki belum lama ini ke pangkalan militer Bashiqa di Irak Utara, demikian isi satu dari Kementerian Luar Negeri Turki, Sabtu (19/12).
Sebagai anggota yang berkomitmen dari koalisi global melawan kelompok IS, Turki siap bekerja sama dengan Irak untuk lebih secara erat mengkoordinasikan upaya gabungan guna mengalahkan dan menghancurkan gerilyawan fanatik.
Turki akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Irak mengenai sumbangan militernya bagi perang melawan IS, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Ankara mengerahkan ratusan prajurit ke Bashiqa pada awal Desember, dan mengatakan pasukan tersebut adalah bagian dari misi internasional untuk melatih dan memperlengkapi pasukan Irak dalam memerangi IS. Baghdad mengecam tindakan itu dan mengatakan Irak tak pernah mengundang pasukan semacam itu.
Satu rombongan hampir 10 kendaraan meninggalkan Kamp Bashiqa pada Senin pagi dan pergi ke wilayah lain di Irak Utara, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anatolia.
Gerakan tentara tersebut dilakukan setelah reaksi keras Irak terhadap penggelaran tentara Turki itu di Bashiqa, yang dikatakan Ankara bertujuan melatih pasukan Sunni dalam perang mereka melawan IS.
Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh, telah dikuasai IS sejak Juni 2014. (Xinhua-OANA)
Pewarta : -
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat: Kebijakan Mendagri perbaikan rumah rusak efektif kurangi pengungsi
18 December 2025 18:58 WIB
Ilham Akbar di RRI Padang: Maggot, solusi cerdas kurangi sampah dan tingkatkan ekonomi warga
10 August 2025 8:51 WIB
Keluarga korban pembunuhan di Bengkulu peroleh pendampingan stimulasi kurangi trauma
03 August 2025 19:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018