Ramallah, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Seorang pejabat senior Palestina, Ahad, menyeru negara Arab agar segera bertindak guna menyelamatkan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dari krisis keuangan parah dan tantangan politik serta ekonomi yang tak pernah ada sebelumnya. Ahmed Majdalani, Menteri Tenaga Kerja PNA, memberitahu Xinhua dalam satu wawancara khusus --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad malam-- jika anggaran PNA tak didukung, akan terjadi keambrukan menyeluruh semua layanan yang diberikan PNA buat rakyat Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza. "Negara Arab harus segera bertindak dan mendukung anggaran itu," kata Majdalani. Ia merujuk kepada pertemuan darurat yang diikuti oleh menteri luar negeri Arab dan Perdana Menteri PNA Salam Fayyad di Ibu Kota Mesir, Kairo, Ahad, guna membahas situasi krisis keuangan PNA. "Fayyad akan menyerahkan laporan lengkap mengenai luasnya krisis keuangan dan konsekuensinya pada rakyat Palestina. Perdana Menteri itu juga akan menyeru para pemimpin negara Arab agar memikul tanggung jawab dan membantu pelaksanaan keputusan pertemuan puncak Liga Arab sebelumnya," kata Majdalani. Pertemuan menteri luar negeri Arab tersebut diselenggarakan atas permintaan Lebanon untuk juga membahas situasi ribuan pengungsi Palestina dan Suriah yang melarikan diri ke Lebanon akibat konflik saat ini antara pemerintah Suriah dan pasukan oposisi. "Krisis keuangan meningkat dan bertambah, kondisi tak pernah terjadi sebelumnya. Kebutuhan meningkat di tengah tantangan berat yang akan segera melumpuhkan operasi lembaga dan kelompok Palestina, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan," kata Majdalani di kantornya di Ramallah, Tepi Barat. Ia menambahkan, "Tantangan ini juga mempengaruhi aparat keamanan Palestina serta kemampuannya untuk mengendalikan keamanan di Tepi Barat, yang berarti situasi sangat sulit." "Ini memerlukan campur-tangan mendesak pihak Arab," katanya. Majdalani juga mengatakan PNA sangat memerlukan 240 juta dolar AS untuk memenuhi komitmennya, terutama membayar gaji pegawainya, petugas keamanan dan pegawai negara. Ia menyampaikan pesimisme bahwa PNA akan memperoleh dukungan keuangan mendesak dari negara Arab. (*/wij)