Mentan Prihatin Petani Ungkap Benih Bantuan Jelek
Sabtu, 12 Januari 2013 19:40 WIB
Suswono
Pekalongan, (ANTARA) - Menteri Pertanian Suswono mengaku prihatin atas laporan petani dari Kabupaten Pekalongan yang mengungkap kualitas benih padi bantuan Pemerintah dari PT Sang Hyang Sri yang berkualitas jelek sehingga daya tumbuhnya rendah.
"Saya prihatin betul, apalagi benih bersubsidi itu merupakan benih bersertifikat yang diproduksi oleh sebuah Badan Usaha Milik Negara. Saya akan cek bagaimana itu bisa terjadi," katanya usai berdialog dengan kelompok tani di Desa Kebon Agung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu sore.
Mentan menegaskan akan ditelusuri kasus itu apakah karena petani salah manajemen atau memang kualitas benih yang jelek.
Namun hampir semua perwakilan kelompok tani yang hadir secara serempak mengaku kejadian itu merata di semua desa sehingga tidak mungkin semua petani salah menerapkan tehnik budi daya.
Menurut Mentan, ada beberapa kemungkinan munculnya benih jelek itu antara lain karena pengawas benih yang teledor, manipulasi dari produsen benih yaitu petani penangkar benih atau kongkalikong dari keduanya.
"Kita akan meminta pertanggungjawaban pemasok benih dalam hal kasus ini yaitu PT Sang Hyang Sri," katanya.
Sebelumnya dalam dialog sejumlah petani mengungkap, kualitas benih bantuan Pemerintah yang daya tumbuhnya rendah yaitu berkisar antara 30 persen sampai 50 persen sehingga petani terpaksa membeli benih pengganti, dan jadwal tanam menjadi tidak serempak.
Sumadi dari Kelompok Tani Ciptasari mengatakan, setiap benih bantuan Pemerintah mengapa mutunya kalah dengan benih yang dijual di pasaran, antara lain daya tumbuhnya kecil sehingga petani kembali mengulang pembenihan.
Sumitro dari Desa Blimbing Wulu yang hadir bahkan mengungkapkan hanya 30 persen benih bantuan Pemerintah yang tumbuh sehingga sejumlah petani akhirnya membeli di toko pertanian.
"Anehnya benih merek Sang Hyang Sri yang dijual di toko justru bagus, tetapi benih bantuan dari fisiknya juga kurang bagus dan banyak kutunya," katanya.
Menanggapi laporan petani itu, Mentan memberikan nomor SMS pengaduan yaitu 08138034444 agar petani yang menemukan berbagai penyimpangan bisa melaporkan secara langsung.
Usai melakukan dialog, Menteri Pertanian didampingi Bupati Pekalongan Amat Antono meninjau kelompok tani yang memproduksi pupuk kompos di Desa Salit, Kecamatan Kajen, dan Desa Purwadadi, Kecamatan Sragen.
Menteri juga mengunjungi embung mini di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar yang mampu menjaga ketersediaan air selama lima bulan musim. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018