Painan, (AntaraSumbar) - DPRD Kabupaten Pesisir Selatan meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk memberikan perhatian khusus bagi korban kebakaran rumah di Kampung Ngalaugadang, kabupaten setempat.


"Kita melihat kondisi para korban kebakaran itu sangat memprihatinkan, satu satunya rumah yang ditempati sebelumnya, kini telah menjadi bara dan kini mereka harus hidup ditenda pengungsian, rumah tetangga dan saudaranya di sekitar lokasi, " kata Wakil Ketua DPRD kabupaten setempat Aprial Habas di Painan, Rabu.


Akibat kejadian itu selain menumpang tinggal di rumah saudara dan tetangga, para korban hanya dapat memakai baju yang dipakainya saat kejadian karena semua pakaian dan barang berharga lainnya ikut hancur terbakar api.


Kebakaran pada Minggu (27/9) dinihari di Kampung Ngalaugadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara itu telah menghanguskan sebanyak 17 rumah yang dihuni oleh 21 kepala keluarga (KK) dengan 62 jiwa. Meski tidak menelan korban jiwa, namun kebakaran itu telah membawa kerugian materil sekitar Rp1 miliar.


Lokasi kebakaran merupakan pemukiman warga yang sarat padat rumah penduduk di kecamatan setempat. Sebelumnya para korban hidup berkeluarga dengan sistem kekerabatan yang masih kuat.


Ia meminta, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan hendaknya terus memantau kondisi dan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian para korban seperti bahan pangan serta pelayanan kesehatan.


Tidak saja itu pemkab juga diharapkan untuk mengupayakan bantuan pembangunan rumah bagi korban. Sebab rumah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan harus dipenuhi sehingga para korban tidak berlama lama hidup dipengungsian.


"Kita harapkan para korban tabah menghadapi semua ini karena musibah datang dari Allah dan mungkin ada hikmahnya dibalik semua ini. Tidak seorangpun yang menginginkan datangnya musibah, maka itu hadapi dengan sabar dan selalu mendekatkan diri kepada Allah," katanya.


Kepala BPBD Pesisir Selatan Pri Nurdin mengatakan, pemkab setempat telah membangun beberapa tenda penggungsian untuk tempat tinggal sementara bagi para korban di sekitar lokasi kebakaran tersebut.


Tidak saja itu, pemkab juga telah mendistribusikan paket bahan makanan kepada korban setelah kebakaran itu. Diperkirakan korban mengalami kerugian materil akibat kebakaran tersebut sekitar Rp1 miliar.


"Pantaun kami, bantuan sosial dari berbagai unsur hingga kini terus mengalir kepada korban. Namun yang paling mendesak untuk para korban saat ini adalah pakaian anak-anak dan selimut, " katanya.  (*)