AS Minta India-Pakistan Redam Ketegangan
Kamis, 10 Januari 2013 6:08 WIB
Washington, (ANTARA/AFP) - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu mendesak India dan Pakistan meredam ketegangan setelah New Delhi menuduh Pakistan bertanggung jawab atas tewasnya dua tentara India di Kashmir.
"Kekerasan bukanlah jawaban bagi kedua negara tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland.
"Kami telah melakukan komunikasi dengan kedua pemerintah untuk menurunkan ketegangan, mencari solusi atas masalah tersebut, serta melanjutkan konsultasi di antara mereka dalam sebuah forum tingkat tinggi yang saat ini telah berlangsung," katanya.
Pakistan membantah tuduhan India terkait insiden yang terjadi di wilayah sengketa Kashmir itu sekaligus meminta diadakannya sebuah penyelidikan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Tetapi India tetap tidak menerima perlakuan "tidak manusiawi" terhadap prajurit mereka yang dituduhkan dilakukan oleh tentara Pakistan. Sebelumnya seorang tentara Pakistan juga dilaporkan tewas dalam penyerbuan di posko perbatasan.
Ketegangan antara kedua raksasa Asia Selatan itu semakin memanas di sepanjang Garis Pengawasan (LoC), sebuah perbatasan "de facto" di Kashmir, selama sepekan terakhir akibat dua insiden yang menyoroti kembali sengketa selama enam dekade terkait wilayah yang terletak di Himalaya itu.
Washington telah mengupayakan sejumlah pembicaraan melalui kedutaan besarnya di kedua negara guna meredakan ketegangan serta meminta kedua pemerintah yang bertikai untuk melakukan dialog, kata Nuland.
Pasukan Pemantau PBB di Kashmir tengah menyelidiki insiden terkait tewasnya seorang tentara Pakistan, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky kepada wartawan di New York. Tetapi dirinya mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan tentang bentrokan yang menyebabkan tewasnya dua tentara India yang dituduhkan negara itu.
Nuland mengatakan jika kedua pihak bisa menyelesaikan masalah itu sendiri, tentunya hal tersebut merupakan yang terbaik, tetapi jika kedua pihak menginginkan keterlibatan dan dukungan dari PBB ... pihaknya juga akan mendukung hal itu.
Sebelumnya Pakistan telah menyampaikan satu protes resmi kepada India pada Senin atas apa yang disebutnya satu "serangan yang tidak beralasan", sementara Delhi langsung memanggil Duta Besar Pakistan untuk India terkait klaim mereka yang menyebutkan bahwa dua prajurit mereka tewas dalam keadaan memprihatinkan ketika terlibat baku tembak dengan tentara Pakistan.
India membantah telah melintasi garis perbatasan, serta mengatakan pihaknya hanya melakukan balasan tembakan senjata ringan setelah mortir-mortir Pakistan menghantam satu rumah desa.
Gencatan senjata telah diberlakukan di sepanjang Garis Pengawas tersebut sejak 2003 tetapi beberapa kali kedua pihak selalu melanggarnya.
Hubungan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir itu secara perlahan membaik dalam lima tahun belakangan, setelah serangkaian dialog mereka pasca-sejumlah serangan pada 2008 di Mumbai, yang dituduhkan India dilakuan dilakukan oleh para perilyawan yang berpusat di Pakistan.
Munculnya korban jiwa dalam konflik terbaru itu dapat merusak sejumlah upaya yang telah dilakukan kedua pihak untuk membangun kepercayaan baru baru ini. Misalnya pembukaan hubungan perdagangan dan menawarkan peraturan visa yang lunak sebagai hasil dalam perundingan yang berlangsung belum lama ini antara para pemimpin politik senior dari kedua negara.
Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim adalah satu wilayah Himalaya yang India dan Pakistan klaim seluruh wilayah itu tetapi hanya menguasai sebagian. Sengketa atas wilayah itu menyebabkan dua dari tiga perang antara dua negara itu merdeka dari Inggris tahun 1947. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018