Nairobi, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemerintah Kenya telah bermitra dengan industri untuk memperkuat keamanan pangan setelah wabah kolera merenggut 67 nyawa di negeri tersebut.
Para pejabat senior Kenya pada Kamis (28/5) mengaakan pelaksanaan hukum dan pendidikan masyarakat telah ditingkatkan di seluruh negeri tersebut guna mencegah rakyat Kenya dari memakan makanan yang tercemar.
"Ketidak-efisiensian pada sistem pengendali keamanan pangan nasional telah mengakibatkan kemunculan kembali penyakit diare di negeri ini. Kami telah menetapkan langkah aktif untuk memperbaiki fenomena ini," kata Kepala Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan Kenya Kepha Ombacho.
Ia berbicara di Nairobi selama pertemuan puncak keamanan pangan Afrika, yang dihadiri oleh pembuat kebijakan, anggota dewasn legislatif, wakil industri dan kelompok lobi konsumen.
Kenya telah mencatat 67 kematian akibat wabah kolera --yang telah menyebar di lebih dari 20 negara sejak awal 2015.
Ombacho mengatakan pemerintah telah mengeluarkan instruksi bagi semua pemerintah kabupaten agar melaksanakan tindakan yang berjangkauan jauh guna mengendalikan penyebaran kolera.
"Selain larangan orang menjajakan makanan, kami telah menginstruksikan petugas kesehatan masyarakat agar memeriksa hotel, restoran dan toko guna menjamin mereka memenuhi standard kesehatan," kata Ombacho kepada wartawan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
Satuan tugas antar-kementerian telah dibentuk guna mengkoordinasikan pelaksanaan standard keamanan pangan di Kenya setelah wabah kolera merebak.
Ombacho mengatakan analisis belum lama ini oleh satuan tugas tersebut menunjukkan wabah kolera telah stabil berkat larangan atas orang menjajakan makanan.
Ombacho menambahkan semua lembaga negara telah meningkatkan pengawasan guna menjamin makanan yang dijual kepada konsumen bebas dari patogen dan endapan bahan kimia.
Kenya telah menanam modal pada laboratorium canggih guna memeriksa sampel makanan sebelum makanan itu dilepas ke pasar dalam dan luar negeri. (*)