PBB Prihatin dengan Situasi yang Memburuk di Suriah
Rabu, 1 April 2015 8:56 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sayap kemanusiaan PBB pada Selasa (31/3) menyampaikan keprihatinannya mengenai situasi yang memburuk di bagian barat-laut Suriah, dan mengatakan babak baru pertempuran telah mengakibatkan "tewas dan cederanya banyak warga sipil".
"Kantor (PBB) bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan situasi kemanusiaan di Idleb, bagian barat-laut Suriah, memburuk," kata Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB, dalam satu taklimat harian di Markas Besar PBB, New York, AS.
Pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dan kelompok bersenjata non-negara, yang meningkat pada 24 Maret, telah membuat sebanyak 30.000 orang telah kehilangan tempat tinggal, serta menewaskan dan melukai banyak warga sipil.
Utusan dan Koordinator Kemanusiaan PBB buat Suriah Yacoub El Hillo mengatakan ia "sangat prihatin dengan pertempuran yang berkecamuk di Gubernuran Idleb dan kemungkinan dampaknya pada ratusan ribu warga sipil", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
Koordinator itu, yang menyatakan situasi menyedihkan di Idleb --tempat kekurangan pasokan listrik, selian sekolah dan rumah sakit serta banyak toko ditutup, menyeru semua pihak dalam konflik tersebut agar mematuhi kewajiban mereka guna melindungi warga sipil dan personel kemanusiaan berdasarkan hukum hak asasi dan hukum kemanusiaan internasional.
Sebagian besar penduduk Idleb, yang diperkirakan berjumlah 500.000 orang, masih berada di kota itu.
"Namun, seandainya pertempuran terus bertambah sengit, PBB dan semua mitranya khawatir bahwa terusirnya banyak orang dapat terjadi dan mereka mungkin menyelamatkan diri ke gubernuran yang bertetangga serta ke seberang perbatasan ke Turki," demikian peringatan Haq.
Pada Senin (30/3), sehari sebelum pertemuan negara donor utama bagi negara yang dicabik perang tersebut, Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO) meminta bantuan sebesar 121 juta dolar AS untuk meringankan kondisi rawan pangan di Suriah.
Dana itu sangat diperlukan guna mencegah bertambah buruknya situasi keamanan dan ambruknya rantai pangan regional akibat krisis Suriah, kata Haq dalam satu taklimat harian.
Seruan tersebut dikeluarkan sebelum Konferensi Janji Kemanusiaan Internasional Ke-3 bagi Suriah pada Selasa di Kuwait. Dalam konferensi itu, PBB berencana mengumpulkan 8,4 miliar dolar AS.
Sebanyak 50 persen ternak telah mati dan panen sereal telah anjlok sampai separuh sejak meletusnya perang saudara pada 2011, katanya.
Konferensi Ketiga buat Suriah di Kuwait dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Janji bantuan 1,5 miliar dolar AS dan 2,4 miliar dolar, masing-masing, disampaikan dalam Konferensi Pertama dan Kedua --keduanya dituan-rumahi oleh Kuwait-- tapi tak semua janji itu dipenuhi, kata PBB. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018