Pasar Pelumas Pertamina Sumut Dipicu Sektor Otomotif
Senin, 31 Desember 2012 16:24 WIB
Medan, (ANTARA) - Pertamina optimistis penjualan pelumas di Sumatera Utara pada 2013 bertumbuh dan tetap menjadi pasar terbesar di Sumatera bagian Utara menyusul meningkatnya penjualan otomotif dan membaiknya industri.
"Penjualan pelumas untuk otomatif Sumut tahun depan diprediksi bisa naik sekitar 10 persen, sehingga secara total kontribusi pasar Sumut tetap lebih besar atau di kisaran 50-an persen dari total pemasaran di Sumbagut (Sumatera bagian utara)," kata Sales Region Manager Region I Lubricants PT Pertamina Eko Ricky Susanto di Medan, Senin.
Optimisme itu, menurut dia, mengacu pada tren tingginya penjualan kendaraan roda empat dan dua di daerah itu.
Menurut data, penjualan otomotif di Sumut termasuk tertinggi di Indonesia. Penjualan yang tinggi bukan hanya di Kota Medan ibu kota provinsi, tetapi juga daerah lain khususnya di daerah penghasil komoditas seperti Mandailing Natal dan Langkat.
"Yang pasti pertumbuhan penjualan pelumas untuk otomotif di Sumut lebih tinggi ketimbang untuk industri," katanya.
Pertumbuhan penjualan pelumas untuk industri di Sumut diperkirakan hanya sekitar 4-6 persen.
"Meski pertumbuhan di otomotif lebih tinggi, tetapi secara keseluruhan daya serap industri lebih besar," katanya.
Pasar Sumbagut
Menyoal pasar di Sumbagut tahun depan, ia memperkirakan akan naik lima persen dibanding 2012 yang hanya naik satu persen.
Optimisme itu mengacu pada peluang yang besar baik di sektor otomotif dan industri, dimana pasar itu sudah mulai digarap tahun ini.
Di pasar Sumbagut yang paling tinggi bertumbuh adalah pelumas otomotif. Pelumas otomotif diperkirakan tumbuh 10-15 persen, sedangkan industri hanya 4-5 persen, sehingga kalau dirata-ratakan penjualan pelumas secara keseluruhan naik 5 persen.
"Tahun ini penjualan otomotif tumbuh bagus atau lima persen, tetapi untuk industri justru turun empat persen akibat krisis ekonomi sehingga kalau dirata-ratakan penjualan pelumas hanya tumbuh satu persen dari target sekitar tiga hingga empat persen," ujarnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026