Korban Ranjau Darat di Kamboja Naik 55 Persen
Sabtu, 1 November 2014 18:59 WIB
Phnom Penh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Kamboja Sabtu melaporkan 129 korban ranjau darat dalam delapan bulan pertama 2014, atau meningkat 55 persen dari 83 korban dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun, jumlah korban tewas menurun menjadi 17 selama periode Januari-Agustus tahun ini, turun dari 19 kematian selama periode yang sama tahun lalu, kata laporan Otoritas Bantuan Korban dan Aksi Ranjau negara itu.
Jumlah orang yang terluka naik menjadi 112 selama periode tahun ini, naik dari 64 pada periode yang sama tahun lalu, katanya.
"Sekitar 69 persen korban adalah laki-laki, 17 persen adalah anak laki-laki, sembilan persen perempuan dan lima persen adalah anak perempuan," kata laporan itu.
Kamboja adalah salah satu negara di dunia yang menderita terburuk akibat ranjau.
Diperkirakan empat-enam juta ranjau darat dan amunisi lainnya telah tersisa dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada tahun 1998.
Negara Asia Tenggara ini mengupayakan dana sekitar 50 juta dolar AS setahun hingga 2020 untuk menghilangkan semua jenis ranjau anti-personil, menurut Heng Ratana, direktur jenderal Pusat Aksi Ranjau Kamboja. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ternyata empat ranjau sudah ditanam di luar rumah terduga teroris Sibolga
14 March 2019 15:01 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018