
Dua Tentara Tewas, Enam Cedera dalam Ledakan Ranjau Darat

Davao, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Dua tentara tewas akibat ledakan ranjau darat, yang diyakini dipasang pemberontak sayap kiri, di Filipina selatan, Selasa pagi. Enam tentara lain terluka dalam kejadian di desa pedalaman kota Kapalong, di Provinsi Davao del Norte Mindanao, kata Kolonel Harold Cabreros, komandan Brigade Infantri 1003 Angkatan Darat. Cabreros mengatakan, pasukan dari Batalyon Infantri ke-60 Angkatan Darat sedang melakukan patroli di Desa Gupitan ketika mereka bentrok dengan puluhan pemberontak Tentara Rakyat Baru pada sekitar pukul 07.30 waktu setempat. "Pasukan kami terkena alat peledak rakitan (IED), menewaskan dua tentara dan melukai enam orang lainnya," kata Cabreros kepada Xinhua melalui pesan teks, menambahkan bahwa operasi pengejaran diluncurkan terhadap pemberontak. Bentrokan Selasa itu terjadi bahkan ketika gerilyawan sayap kiri membebaskan pada hari empat polisi yang mereka tangkap pada 10 Juli lalu, dalam serangan mematikan di satu kantor polisi di Provinsi Mindanao timur Surigao. Dengan kekuatan 4.000 pejuang NPA, sayap bersenjata Partai Komunis Filipina, melakukan pemberontakan sayap kiri di 60 provinsi Filipina sejak tahun 1969. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
