Solo, (Antara) - Bank Indonesia mengharapkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019 Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang baru saja dilantik, dapat meneruskan upaya reformasi struktural yang sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Solo, Senin mengatakan, dari pihak bank sentral sendiri menyatakan siap bersinergi dengan pemerintahan baru dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian di dalam negeri. "Kita terus bersinergi sebagaimana yang selama ini terus kita lakukan. Salah satu harapan kami yakni pemerintahan baru nantinya dapat meningkatkan daya dukung fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Perry usai peluncuran buku "Sejarah dan Heritage Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo" dan penyerahan bantuan sosial Bank Indonesia di Kantor Perwakilan BI Solo. Menurut Perry, selama ini ruang fiskal pemerintah sangat terbatas karena beban subsidi energi seperti subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Meskipun upaya pengurangan jumlah subsidi energi tersebut telah dilakukan saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, subsidi masih dinilai terlalu besar. "Selain itu, kami berharap pemerintah baru dapat meningkatkan koordinasi antara makro dan sektor riil," ujarnya. Perry menuturkan, pemerintahan baru harus mampu menumbuhkan iklim investasi, mempercepat implementasi infrastruktur, serta meningkatkan daya saing. "Kita harus terus tingkatkan iklim investasi, sehingga bisa percepat pertumbuhan ekonom. Ini sangat penting. Pak Jokowi dan JK punya banyak pengalaman, ini berikan harapan positif," kata Perry. Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019 setelah mengucapkan sumpah di hadapan sidang MPR Senin Pagi. (*/sun)