Obama Minta Amerika Turunkan Bendera Setengah Tiang
Sabtu, 15 Desember 2012 13:35 WIB
New York, (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Jumat, meminta semua wilayah di AS untuk menurunkan bendera setengah tiang berkaitan dengan penembakan massal di sebuah sekolah dasar di negara bagian Connecticut, yang menewaskan 27 orang, yang 20 di antaranya anak-anak.
"Untuk menghormati para korban tindakan keji yang terjadi pada 14 Desember 2012 di Newtown, Connecticut, ini, saya memerintahkan agar bendera Amerika Serikat diturunkan setengah tiang... hingga tanggal 18 Desember 2012," kata Obama dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih.
Obama meminta penurunan bendera setengah tiang itu dilakukan di Gedung Putih, tempat publik, pos-pos militer dan angkatan laut serta semua kapal angkatan laut milik pemerintah di District of Columbia dan seluruh wilayah AS.
Obama juga meminta hal yang sama diberlakukan di kedutaan dan kantor-kantor perwakilan AS di seluruh dunia.
Penembakan massal itu terjadi pada Jumat pagi itu di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newton, Connecticut.
Sementara itu, ketika menyampaikan pernyataan secara langsung dari Gedung Putih yang disiarkan oleh stasiun-stasiun televisi, Obama terlihat emosional.
Ia mengatakan setiap kali mendengar tragedi serupa, ia bereaksi tidak sebagai seorang presiden, melainkan sebagai ayah.
"Sebagian besar dari mereka yang meninggal hari ini adalah anak-anak kecil, berumur antara lima dan 10 tahun," ujar ayah Malia Obama (14 tahun) dan Sasha Obama (11 tahun) itu.
Obama tampak tidak bisa berkata-kata, ia menunduk dan terdiam selama beberapa detik.
"Mereka ini sebelumnya akan menghadapi banyak hal dalam hidup mereka, ulang tahun, lulus kuliah, menikah, punya anak...," katanya.
Ia kembali terdiam dan menghela nafas sebelum melanjutkan pidato sambil menghapus air mata.
Obama mengingatkan kembali tragedi penembakan serupa yang terjadi sepanjang tahun ini antara lain di pusat perbelanjaan di Oregon, rumah ibadah di Wisconsin dan bioskop di Aurora.
"Kita akan berjalan bersama-sama dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindarkan berulangnya tragedi yang sama," katanya.
Menurut keterangan juru bicara Kepolisian Negara Bagian Connecticut Letnan Paul Vance dalam jumpa pers yang disiarkan stasiun televisi, tragedi Jumat pagi di wilayahnya itu menewaskan 20 anak, enam orang dewasa --termasuk kepala sekolah dan guru pembimbing psikologis SD Sandy Hook-- serta sang tersangka pelaku.
Vance mengatakan 18 anak dan keenam orang dewasa meninggal di sekolah sementara dua anak meninggal di rumah sakit.
Tersangka pelaku dilaporkan tewas di tempat kejadian penembakan.
CNN melaporkan tersangka pelaku diidentifikasi sebagai Ryan Lanza (24 tahun). Ibu Ryan, Nancy Lanza, yang bekerja sebagai guru di SD Sandy Hook juga ditemukan tewas. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018