Jepang Minta DK-PBB Bersidang Soal Peluncuran Roket Korut
Rabu, 12 Desember 2012 11:52 WIB
Tokyo, (ANTARA/AFP) - Utusan Jepang untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) menggelar sidang untuk menanggapi peluncuran roket yang dilakukan oleh Korea Utara pada Rabu, kata media.
"Menyusul adanya peluncuran yang diyakini Jepang sebagai peluru kendali jarak jauh, Duta Besar Jepang Tsuneo Nishida mengatakan... permintaan itu diajukan kepada ketua Dewan, Maroko," demikian laporan Kyodo News dari New York.
Jiji Press mengeluarkan laporan yang sama.
Kyodo pekan lalu melaporkan bahwa pertemuan pendahuluan para diplomat di dalam dan luar DK-PBB telah mulai berlangsung dengan tujuan untuk melihat tindakan apa yang akan dikenakan terhadap Pyongyang.
Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk mendesak Dewan Keamanan meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara seberat yang diterapkan kepada Iran, demikian laporan Asahi Shimbun pekan lalu.
Sanksi yang dimaksud akan termasuk penambahan daftar organisasi, entitas keuangan maupun perorangan untuk dikenai pembekuan asset. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018