Pakar: Penderita Hepatitis Masih Bisa Berpuasa
Rabu, 16 Juli 2014 6:52 WIB
Jakarta, (Antara) - Pakar Gastroenterohepatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Irsan Hasan SpPD-KGEH mengatakan penderita hepatitis, baik itu Hepatitis B maupun Hepatitis C masih bisa berpuasa.
"Boleh saja berpuasa asal tidak sirosis yang berat," kata Irsan usai diskusi pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia di Jakarta, Selasa.
Irsan menjelaskan sirosis merupakan kondisi dimana hati mengeras akibat jaringan hati yang normal diganti dengan jaringan parut (fibrosis) akibat kerusakan hati dan ditunjukkan dengan banyaknya semacam bentol-bentol di permukaan hati.
Jika sirosis sudah parah atau tahap C, kata dia, tidak disarankan untuk berpuasa.
"Bisanya minggu pertama kuat, tetapi pas minggu kedua malah ambruk," katanya.
Dia menambahkan kondisi sirosis C merupakan kondisi terparah dari peradangan hati tersebut, dan untuk menyembuhkannya dilakukan cangkok hati, jika tidak si penderita akan meninggal dunia.
"Menurut statistik kita, rata-rata penderita hepatitis yang kronis ini, jangka usianya hanya enam bulan lagi," katanya.
Namun, Irsan mengatakan jika siroris tidak terlalu parah, penderita masih bisa berpuasa, bahkan berolahraga.
Diksriminasi Penderita
Selain itu, Irsan meluruskan stigma dan mitos yang ada di kalangan masyarakat terhadap penderita hepatitis.
"Penderita hepatitis tidak perlu diisolasi, atau dipisahkan alat makannya," katanya.
Dia menambahkan penyakit hepatitis juga bukan penyakit menular seksual, sehingga suami-istri sampai tidak berhubungan karena takut tertular.
Meskipun, penularannya terutama Hepatitis B bisa melalui pisau cukur dan sikat gigi yang tertempel darah penderita, Irsan mengatakan stigma salah seperti itu harus diluruskan.
Dalam dunia kerja, lanjut dia, seringkali perusahaan tidak menerima calon karyawan yang menderita hepatitis karena alasan tidak bisa bekerja hingga larut.
"Banyak yang bilang kalau penderita harus tidur di bawah jam 10, itu tidak benar, dan penderita hepatitis boleh makan daging," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pengidap Hepatitis B masih boleh hamil karena penularan kepada bayi dapat dicegah dengan memberikan vaksin imunoglobulin kepada bayi sebelum 12 jam sejak ia dilahirkan.
Irsan mengatakan karena sifat hepatitis yang hampir tidak ada gejalanya, disarankan kepada masyarakat untuk melakukan cek darah sejak dini dengan dengan skrining HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) atau Anti Hbs agar tidak terjadi hal yang lebih buruk. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Maigus Nasir salurkan bantuan untuk warga penderita stroke di Parupuak Tabiang
13 January 2026 16:44 WIB
Wawako Maigus Nasir kunjungi Nur Rezkia Fahira, anak penderita kanker di Bungus Teluk Kabung
17 April 2025 5:37 WIB
Kisah Azwar : Penderita Katarak Jalani Operasi Tanpa Biaya Berkat Program JKN
03 December 2024 18:02 WIB, 2024
Pastikan layanan optimal, Pjs Wako Bukittinggi kunjungi warga positif TB
18 November 2024 9:15 WIB, 2024
Dinkes Solok tingkatkan pelayanan kesehatan ke penderita hipertensi
29 November 2023 20:36 WIB, 2023
Tim pengabdian IKM-KK Unand luncurkan kartu kontrol bagi penderita hipertensi
31 October 2023 12:27 WIB, 2023
Darul Siska sambangi Alfarizi balita alami penyakit Hydrocephalus, minta M Djamil berikan perhatian khusus
10 October 2023 16:54 WIB, 2023
Penderita komorbid hingga lansia rentan kena dampak buruk cuaca panas
07 October 2023 6:47 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018