PGRI Prihatin Pendistribusian Buku Kurikulum Belum Tuntas
Rabu, 2 Juli 2014 19:02 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menyatakan prihatin pendistribusian buku kurikulum 2013 belum tuntas di seluruh sekolah karena tahun pelajaran 2014/2015 akan dimulai 14 Juli 2014.
"Buku sepatutnya sudah diterima agar guru dapat mempelajarinya sebelum memberikan materi kepada siswa. Keadaan ini tentunya memprihatinkan apalagi kurikulum ini masih baru dan membutuhkan pemahaman," kata Sulistyo di Jakarta, Rabu, ketika ditanya mengenai pendistribusian buku yang baru mencapai 60 persen pada akhir Juni 2014.
Ia mengemukakan, PGRI kecewa atas keadaan ini karena telah memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk memperbaharui kurikulum.
Kemendikbud memandang kurikulum berbasis karakter ini sangat memenuhi kebutuhan untuk mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing.
Dukungan itupun diberikan PGRI karena pemerintah berjanji akan memberikan pelatihan bagi seluruh guru, pendistribusian buku hingga ke sekolah di pelosok, hingga penyempurnakan berbagai dokumen mengajar.
"Guru pada prinsipnya siap, dan selalu siap. Saat ini tinggal pemerintahnya, apa yang sudah dilakukan karena semua meleset dari rencana," ujarnya.
Ia pun memberikan pilihan untuk menunda penerapan kurikulum 2013 itu jika hingga batas waktu belum siap.
"Untuk apa dipaksakan karena implementasi kurikulum itu pada dasarnya bagaimana interaksi antara guru dan siswa di kelas bukan pernyataan penjabat yang mengatakan siap," ujar dia.
Penundaan itu dipandang sebagai langkah terbaik karena pelatihan bagi seluruh guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK juga belum selesai di seluruh provinsi.
Sementara itu, seperti dikutip dari situs kemdiknas.go.id, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai rapat dengan DPR RI, 26 Mei 2014, berjanji akan menyelesaikan pelatihan-pelatihan guru dan pendistribusian buku kurikulum 2013 pada akhir bulan Juni 2014. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018