Rabu, 18 Oktober 2017 - 28 Muharram 1439 H

Festival Panah Tradisional Mentawai Digelar 26-27 Juli

Mentawai, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar Festival Panah Tradisional Mentawai yang akan berlangsung pada 26 sampai 28 Juli 2017 di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Pulau Siberut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Desti Seminora di Sikakap, Jumat, mengatakan ajang tersebut salah satu bentuk kegiatan untuk melestarikan budaya asli daerah setempat.

"Panah tradisional di Mentawai, merupakan salah satu keseharian masyarakat Mentawai yang digunakan untuk berburu, ajang ini untuk melestarikan alat tradisional tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan festival panah tradisional itu juga menggali potensi generasi muda di Mentawai yang biasa menggunakan panah tradisional sebagai warisan leluhur dari nenek moyang daerah terisolir itu.

Ia menilai, dewasa ini ketertarikan generasi muda Mentawai terhadap alat tradisional sedikit menurun, selain faktor modernisasi, juga banyak yang tidak berminat belajar menggunakan panah tradisional tersebut.

"Lewat ajang itu kami ingin menumbuhkan motivasi bagi generasi muda, bahwa panah tradisional adalah salah satu warisan budaya, dan kita wajib melestarikannya," katanya.

Ia menambahkan selain mengenalkan panah tradisional Mentawai, ajang tersebut juga menjadi momentum untuk bisa menyeleksi putra putri "Bumi Sikerei" untuk dibina menjadi atlet panahan.

"Dalam lomba panah tradisional kami juga melakukan koordinasi dengan Persatuan Panahan Nasional Indonesia (Perpani) Sumbar dan Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Mentawai bagaimana pertandingan panah itu juga mengacu pada nomor yang dipertandingkan ditingkat nasional," jelasnya.

Selain lomba panah tradisional, dalam ajang tersebut juga diperlombakan cara meracik panah beracun serta dimeriahkan dengan atraksi tari tradisional serta pameran kuliner khas dari "bumi sikerei".

"Total hadiah dalam ajang tersebut yakni sebesar Rp30 juta," katanya.

Desti mengemukakan festival panah tradisional tersebut akan menjadi kalender tahunan Pemkab Mentawai dan diharapkan menjadi salah satu promosi wisata Mentawai untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal.

Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai, Fernando Sabajao mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi untuk bisa membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) Perpani di Mentawai.

"Kami optimistis, cabang olaharaga panahan akan memberikan kontribusi bagi prestasi olaharaga Mentawai, selain banyak sumber daya manusia, juga panah tradisional adalah kebiasaan masyrakat dalam berburu. Tinggal pembinaan untuk bisa terlibat dalam nomor pertandingam panah tradisional," jelasnya. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga