Sabtu, 24 Juni 2017 - 30 Ramadhan 1438 H

Kementerian PUPR Bangun Sembilan Bendungan Pada 2017

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono (tengah) saat meninjau industri manufaktur di Padang. ( ANTARA SUMBAR/ Ikhwan Wahyudi)
Padang, (Antara Sumbar) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun sembilan bendungan besar baru pada 2017 sebagai bagian program pembangunan 65 bendungan besar hingga 2019.

"Dari 65 bendungan besar yang direncanakan, tujuh di antaranya sudah selesai pada 2015, dua bendungan pada 2016, dan tahun ini, ada sembilan bendungan baru yang dibangun," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Padang, Selasa malam.

Ia menyampaikan hal itu saat membuka acara Seminar Nasional Bendungan Besar 2017 dengan tema Bendungan Sebagai Infrastruktur Pengendali Banjir dan Kekeringan yang diikuti 431 peserta dari seluruh Indonesia dan digelar Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIUBB).

Menurut Basuki, pihaknya optimistis pengerjaan bendungan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu apalagi dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar.

"Saya berharap lewat seminar seperti ini tidak hanya mengembangkan keahlian soal bendungan namun juga dapat melahirkan inovasi baru baik teknologi maupun manajemen," kata dia.

Ia menyebutkan jika semua sudah selesai, maka akan ada 280 bendungan, sehingga dibutuhkan keahlian untuk melakukan perawatan.

"Makin banyak pelaksanaan, operasi dan pemeliharaan kita harus semakin pintar dalam membangun dan mengelola bendungan," ujar dia.

Ia menilai selama ini biasanya yang terjadi hanya pandai membangun, namun tidak pandai mengelola.

Oleh sebab itu, Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar sebagai tulang punggung dalam hal ini harus bersinergi dengan Komisi Keamanan Bendungan, katanya.

Selain bendungan yang tengah dibuat, Kementerian PUPR juga sedang serius menangani waduk alam seperti Waduk Rawa Bening, Danau Tempe, Danau Limboto untuk dirawat dan diperpanjang umurnya.

"Karena danau secara alami akan mati, jadi perlu diperpanjang umurnya," kata dia.

Ia menyampaikan pihaknya telah mengirim tim untuk belajar ke Tiongkok bagaimana pengelolaan danau setempat dan akan diterapkan di Indonesia.

"Kuncinya adalah lebih serius, tidak takut, percaya diri dan tetap berhati-hati," kata dia. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga