AMMI : SDM Indonesia Mampu Kelola Tambang

id AMMI : SDM Indonesia Mampu Kelola Tambang

Jakarta, (Antara) - Ketua Asosiasi Metalurgi dan Material Indonesia (AMMI) Ryad Chairil mengatakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah mampu mengelola pertambangan yang ada. "Secara keahlian, Indonesia sudah komperehensif," ujar Ryad di Jakarta, Jumat. Selain keahlian, maka secara teknologi pun Indonesia siap menjalankan Undang-Undang 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang mulai diterapkan 12 Januari. Dia mengaku risau banyaknya mineral yang diekspor tanpa diolah ke luar negeri. "Tambang bauksit di Bintan sudah dimulai sejak 1938, tapi hingga saat ini tidak ada industri aluminium. Inalum juga baru beberapa waktu lalu, dan bahan bakunya juga impor," tukas dia. Untuk itu, AMMI tidak masalah jika UU Minerba tersebut dijalankan karena pihaknya meyakini peradaban ke depan adalah peradaban hilir. "Kita bisa merebut jam kerja yang selama ini dijual ke negara lain," jelas dia. Pelarangan ekspor tersebut diyakini akan merekrut banyak tenaga kerja. Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi bidang Energi dan Material Maju Idwan Suhadi mengatakan pihaknya akan mengalokasikan sumber daya untuk memberikan dukungan teknologi berupa audit teknologi, "technology clearing house", kajian, intermediasi, diseminasi dan difusi teknologi pengolahan dan pemurnian mineral. "Kemristek juga memberikan fasilitas penelitian dan pengembangan dalam kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral melalui berbagai instrumen yang ada," jelas Idwan. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara mengatur penghiliran hasil tambang mineral dan batubara dan melarang ekspor bahan mentah pada 2014. UU itu mengamanahkan pembangunan "smelter" atau pabrik pengolahan, sehingga produksi tambang dalam negeri dapat diproses sebelum diekspor. (*/WIJ)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.