Boston, (Antara/Reuters) - Seorang mahasiswa Universitas Harvard yang dituduh membuat kabar bohong tentang ancaman bom untuk menghindari dirinya mengikuti ujian akhir dibebaskan dengan jaminan sebesar 100.000 dolar AS oleh jaksa federal pada Rabu. Para penyidik mengatakan Eldo Kim, 20, mengakui membuat ancaman melalui surat elektronik yang memicu evakuasi di kampus. Kim didakwa di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Boston dan jika terbukti bersalah, dia dapat dihukum selama lima tahun penjara, pembebasan yang disupervisi selama tiga tahun dan denda 250.000 dolar. Kim dibawa ke pengadilan dengan tangan diborgol mengenakan celana untuk olahraga dan kemeja. Dia tidak mengajukan pembelaan dan berbicara hanya membenarkan dakwaan Jaksa Judith Dein. Dein melepaskan Kim di bawah pengasuhan kakak perempuannya, yang tinggal dekat kampus, dan seorang paman. Ia memerintahkan Kim menjauh dari kampus Harvard, kecuali mendapat izin dari pimpinan kampusnya dan mendapat pengawalan untuk mengambil barang-barang miliknya. "Ini kewajiban sangat serius," kata Dein. "Jika memasuki kawasan (Harvard) kamu harus dikawal." Seorang juru bicara Harvard menolak berkomentar pada Rabu mengenai apakah Kim masih tetap mahasiswa di universitas itu. Pada Senin, Harvard mengevakuasi empat gedungnya, termasuk fasilitas ruang belajar dan asrama di kampus yang telah berusia berabad-abad di Cambridge, Massachusetts, setelah menerima surat-surat elektronik yang menyatakan bom-bom telah ditempatkan di dua gedung. Ancaman itu muncul sekitar delapan bulan setelah dua bom buatan yang diisi paku-paku meledak di garis akhir lomba lari marathon Boston, menewaskan tiga orang dan melukai 264 orang. Seorang agen yang bekerja di Biro Investigasi Federal (FBI) menahan Kim pada Senin malam di asramanya di kampus Harvard. Agen itu mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa mahasiswa ini mengakui dirinya mengirim surat-surat elektronik kabar bohong ke polisi universitas, beberapa administratur dan surat kabar mahasiswa. Pesannya berbunyi bom-bom telah diletakkan di dua dari empat gedung yang disebutkan dan menambahkan, "terka dengan tepat ...cepat karena bom-bom akan segera meledak segera." "Kim menyatakan bahwa dia berada di ruang Emerson pada pukul 9.00 waktu setempat ketika alarm kebakaran berbunyi dan gedung itu dikosongkan," kata agen FBI dalam pernyataannya itu. "Menurut Kim, dia tahu bahwa rencananya telah bekerja." Kim adalah mahasiswa tingkat dua, demikian surat kabar The Harvard Crimson. Dia warga negara AS keturunan Korea. Paman dan kakaknya muncul di pengadilan Rabu tetapi menolak berbicara kepada wartawan. (*/sun)
Berita Terkait
Dua mahasiswa Indonesia sabet penghargaan ajang Harvard World MUN 2023
Rabu, 29 Maret 2023 19:46 Wib
Sejumlah petenis putri bintang WTA kembali ke sekolah
Rabu, 11 September 2019 10:10 Wib
Menteri Susi Pudjiastuti sampaikan kuliah umum di Harvard Kennedy School AS
Kamis, 15 Maret 2018 6:38 Wib
Universitas Harvard Kosongkan Empat Gedung Karena Ancaman Bom
Selasa, 17 November 2015 6:44 Wib
Mahasiswa Harvard Dituduh Sebar Ancaman Bom Palsu
Rabu, 18 Desember 2013 9:22 Wib
Psy akan Berikan Kuliah Khusus di Universitas Harvard
Selasa, 7 Mei 2013 15:08 Wib
Kepala Daerah Diberi Kesempatan Belajar di Harvard
Jumat, 19 April 2013 6:37 Wib
Ilmuwan Harvard Duga Bulan Pecahan Bumi
Kamis, 18 Oktober 2012 19:21 Wib
