Kepala Daerah Diberi Kesempatan Belajar di Harvard

id Kepala Daerah Diberi Kesempatan Belajar di Harvard

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 20 bupati, wali kota serta 20 kepala badan perencanaan pembangunan daerah di Indonesia diberi kesempatan belajar ilmu kebijakan publik di "Harvard Kennedy School", Amerika Serikat, pada September 2013. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marceil di Jakarta, Kamis mengatakan kesempatan yang sudah diberikan kepada Indonesia untuk ketiga kalinya ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pemimpin daerah dan memperkuat hubungan kerja sama kedua negara. "Kerja sama ini dapat saya katakan fantastis dan luar biasa, kami ingin memberikan jalan peningkatan kemampuan dalam ilmu pemerintahan bagi bupati," katanya. Para bupati, wali kota dan kepala bappeda dalam program "Leadership Transformation in Indonesia" itu akan mempelajari beberapa fokus materi pendidikan, seperti kepemimpinan, partisipasi masyarakat, infrastruktur ekonomi, dan ilmu pemerintahan. Mereka juga akan bertukar pikiran dengan para kepala daerah di Amerika Serikat yang turut berpartisipasi dalam program itu. "Jika pemimpin salah mengambil kebijakan tentu masyrakat juga yang akan mengalami kerugian," ujarnya. Para peserta dari Indonesia akan menjalani satu minggu pendidikan di Indonesia sebelumnya dengan materi yang disiapkan tim dari Harvard. Kemudian selama tiga minggu mereka akan bergabung di Harvard untuk mempelajari lebih dalam ilmu kebijakan publik dan pemerintahan. "Kami juga ingin terus membangun hubungan kerja sama kedua negara, ke depannya tentu diharapakan semakin banyak bupati yang dapat belajar di Harvard," kata Dubes Marceil. Kementerian Dalam Negeri masih melakukan proses seleksi untuk menentukan 40 wakil pemerintahan itu untuk belajar di Harvard. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Harunata mengatakan dari dua kali program ini dilangsungkan (2011-2012), para pemimpin daerah memetik banyak manfaat dan mendapat peningkatan kapasitas diri. Peningkatan kapasitas itu, ujar Harunata, terlihat dari proses reformasi birokrasi dan berbagai inovasi di manajemen pemerintahan yang sudah dilakukan. "Kami sudah melakukan evaluasi, dan didapat kesimpulan, program ini sangat bermanfaat. Para bupati dan kepala daerah sudah melakukan banyak inovasi, dan kami dari Kemendagri ingin agar program ini dilanjutkan," ujarnya. Program ini juga berjalan di bawah naungan Rajawali Foundation. Selain Harvard, pemerintah bersama Rajawali juga sedang berusaha menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan "Northwestern University" dan "Australia National University". (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.