Logo Header Antaranews Sumbar

Lapas Tanjung Pati kolaborasi dengan Kantor Imigrasi Agam pasarkanproduk warga binaan

Jumat, 6 Maret 2026 15:57 WIB
Image Print
Kerjasama Lapas Tanjung Pati Limapuluh Kota dengan Kantor Imigrasi Agam di Sumatera Barat untuk memasarkan produk kerajinan tangan warga binaan. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Agam bekerjasama bersama Kantor Lapas Kelas IIB Tanjung Pati Limapuluh Kota untuk dmemasarkan karya- karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berupa kerajinan bernilai dan mempunyai daya jual.

Kerajinan tersebut merupakan langkah inovatif dari Lapas Kelas IIB Tanjung Pati dalam hal mengembangkan karya-karya WBP nya untuk dapat dipasarkan kepada masyarakat.

"Dengan adanya kerjasama tersebut, para pengunjung dan pemohon paspor dapat melihat dan tertarik untuk membeli hasil karya tangan terampil warga binaan berupa sandal, kapal-kapalan, sampul paspor, guci, dan hiasan bunga dan lainnya," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Agam, Kizlar Assad, Jumat di Bukittinggi.

Penempatan produk ini merupakan wujud nyata sinergi antara dua UPT Kemenimipas di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

"Kami sangat mengapresiasi terhadap kerja sama ini, sehingga Warga Binaan dapat dengan lebih semangat untuk membuat karya-karyanya, sebagai bentuk kesiapan mereka untuk nantinya kembali kepada masyarakat," kata Kizlar Assad.

Kepala Seksi Pembinaan dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjung Pati, Agung Lestara mengatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi pemasaran jemput bola.

“Kami tidak bisa hanya diam menunggu pembeli. Kami jemput bola dengan membuka etalase di tempat-tempat strategis. Hal ini adalah bukti bahwa produk kami serius dikelola dan layak bersaing. Semoga ke depan kerja sama seperti ini bisa terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Urusan Umum Kantor Imigrasi Kelaas I Non TPI Agam, Venri Patra, menyambut baik inisiatif ini.

Menurutnya, kehadiran produk UMKM binaan Lapas tidak hanya memperkaya pilihan camilan bagi masyarakat yang datang, tetapi juga membawa misi sosial.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Dengan menempatkan produk di sini, kami ikut serta dalam program pembinaan kemandirian dan berharap produk ini semakin dikenal masyarakat luas, karena kualitasnya tidak kalah dengan produk komersial di pasaran,” kata Venri.

Venri juga mengatakan, manfaat dari kolaborasi ini sangat signifikan. Selain memperluas saluran pemasaran, kehadiran produk di tempat publik seperti kantor Imigrasi secara tidak langsung mengubah stigma negatif masyarakat terhadap warga binaan.

“Dengan adanya etalase di Kantor Imigrasi, masyarakat yang mengurus dokumen perjalanan kini bisa sekaligus berbelanja dan berkontribusi pada program pemberdayaan warga binaan Lapas Tanjung Pati,” pungkasnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026