Simpang Empat (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melaksanakan nota kesepakatan dengan SMK Negeri 1 Pasaman dalam upaya memperkuat kerja sama dalam Penyelenggaraan Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Senin.
"Selain melakukan Memorandum of Understanding (MoU) tentang PDPB juga kerja sama itu untuk memperkuat pengawasan partisipatif khususnya di lingkungan pendidikan," kata Ketua Bawaslu Pasaman Barat Wanhar didampingi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Beldia Putra di Simpang Empat, Senin.
Menurutnya penandatanganan kerja sama itu bentuk komitmen bersama antara Bawaslu dan pihak sekolah dalam meningkatkan kesadaran demokrasi serta peran aktif pemilih pemula dalam pengawasan pemilu.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu berharap dapat melibatkan pelajar sebagai agen pengawasan partisipatif guna mendukung terciptanya data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.
Selain itu pihaknya juga memberikan pemahaman terkait politik uang, kampanye hitam dan pentingnya menjaga netralitas maupun integritas dalam proses demokrasi.
"Para pelajar juga harus meningkatkan pemahaman serta kesadaran sebagai pemilih pemula mengenai pentingnya peran masyarakat, khususnya generasi muda," kata Beldia Putra.
Generasi muda diharapkan dapat mengawasi setiap tahapan pemilu dan pemilihan agar berjalan secara jujur, adil, dan demokratis, karena pengawasan partisipatif merupakan kunci untuk menciptakan pemilu yang berkualitas.
Ia menambahkan Bawaslu Pasaman Barat akan terus melaksanakan kegiatan edukasi pengawasan secara maraton ke sekolah yang ada di daerah itu
Melalui sosialisasi pengawasan partisipatif di sekolah, Bawaslu Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendidikan demokrasi, guna membangun budaya pengawasan sejak dini.
"Kita juga terus berupaya memperkuat peran masyarakat dalam mengawal demokrasi," sebut Beldia.
