Kecelakaan beruntun di Panyalaian, enam orang meninggal dunia

id Kecelakaan Beruntun,Panyalaian, Padang Panjang--Bukittinggi,Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Kecelakaan beruntun di Panyalaian, enam orang meninggal dunia

Padang Panjang (ANTARA) - Kecelakaan lalu lintas beruntun kembali terjadi di jalan raya penghubung Kota Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di depan Masjid Nurul Ikhlas, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/01/2026).

Peristiwa tersebut melibatkan satu unit truk triler bermuatan pupuk, satu unit truk boks, serta sejumlah kendaraan roda dua. Akibat kecelakaan itu, enam orang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot, S.H., M.H. mengatakan hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Saat ini kami masih melakukan olah TKP, sehingga penyebab kecelakaan beruntun ini belum dapat dipastikan,” kata AKP Pifzen Finot saat memantau langsung lokasi kejadian.

Ia menjelaskan seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi ke RS Yarsi Padang Panjang dan RSUD Padang Panjang. Beberapa korban diketahui merupakan warga setempat.

Satu korban terakhir yang diduga merupakan pengemudi truk triler berhasil dievakuasi dari dalam kendaraan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga total korban meninggal dunia menjadi enam orang.

Pasca kejadian, Satlantas Polres Padang Panjang sempat memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas di jalur utama Padang Panjang–Bukittinggi. Saat ini arus lalu lintas telah kembali normal, meski kendaraan yang terlibat kecelakaan masih dalam proses evakuasi.

Dua unit sepeda motor yang mengalami kerusakan berat telah diamankan ke Polres Padang Panjang untuk kepentingan penyelidikan.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.