Jakarta, (ANTARA) - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengatakan sistem 'direct service' dapat membuat transportasi di Jakarta semakin terintegrasi, khususnya antara TransJakarta dengan Metromini dan Kopaja. "Direct Service merupakan perkawinan antara sistem transportasi TransJakarta dengan sistem transportasi Metromini dan Kopaja," kata Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan dalam diskusi transportasi di Kantor DTKJ, Jalan Suryopranoto nomor 81, Jakarta Pusat, Rabu. Dengan sistem tersebut, kata Tigor, Metromini dan Kopaja dapat terintegrasi dengan TransJakarta, baik dari segi armada, pelayanan maupun manajemen. "Kami (DTKJ) mengusulkan sistem Direct Service karena saat ini TransJakarta kekurangan armada, tetapi kelebihan penumpang. Sementara, Metromini dan Kopaja kekurangan penumpang, tetapi kelebihan armada," ujar Tigor. Menurut Tigor, jika sistem tersebut dapat diterapkan, maka TransJakarta dan Metromini atau Kopaja dapat saling menutupi kekurangan masing-masing. "TransJakarta akan mendapat tambahan armada, sementara Metromini dan Kopaja akan mendapat tambahan penumpang. Jadi, sama-sama diuntungkan," kata Tigor. Tigor mengatakan DTKJ akan mengajukan usulan Direct Service tersebut kepada DPRD DKI Jakarta, terlebih saat ini sedang dibahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait transportasi di Jakarta. "Mumpung DPRD sedang membahas Raperda Transportasi, Raperda Bus Rapid Transit (BRT) dan Raperda BUMD, maka usulan Direct Service ini harus segera dimasukkan kedalam tiga Raperda tersebut, sehingga memiliki dasar hukum," ujar Tigor. Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Muhammad Akbar memberikan tanggapan positif terhadap usulan sistem Direct Service dari DTKJ tersebut. "Meskipun konsep ini masih berupa wacana, kalau diterapkan, maka harus ada kebijakan tersendiri dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang khusus mengatur sistem Direct Service. Secara profesional, kami (TransJakarta) sudah siap," kata Akbar. Akbar menuturkan, idealnya transportasi umum harus dapat mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya dan saling terintegrasi antara satu jenis angkutan umum dengan jenis lainnya, TransJakarta dengan Metromini dan Kopaja itu salah satu contohnya. (*/sun)
