Pencurian Listrik Akibatkan Seringnya Listrik Padam di Nepal

id Pencurian Listrik Akibatkan Seringnya Listrik Padam di Nepal

Kathmandu, (Antara/Xinhua-OANA) - Hampir 17 juta orang, atau 60 persen dari seluruh warga Nepal, hidup tanpa listrik, bukan hanya gara-gara penurunan pasokan tapi juga akibat meluasnya pencurian listrik oleh pemakai gelap di seluruh negeri itu. Pada kenyataannya, pencurian listrik telah menjadi hobi nasional dan cara hidup sebagian warga di negara tersebut. Akibat pencurian listrik yang meluas di Nepal ialah kekurangan listrik secara serius. Pengurangan daya akibat peningkatan beban yang terjadi saat tuntutan lebih besar dari pasokan biasa terjadi di Nepal dan masalah tersebut diperkirakan bertambah parah sejak pembangunan mengakibatkan konsumsi energi secara lebih banyak. Lembaga Listrik Nepal (NEA), lembaga tunggal untuk menghasilkan dan membagikan listrik di negeri itu, telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah pencurian listrik. "Kami telah membentuk satu departemen khusus untuk memerangi kebocoran dan pencurian listrik. Kami telah mengurangi kejadian itu sampai dua persen tahun ini. Sasaran kami ialah menurunkannya menjadi kurang dari 24 persen sampai Juni 2014," kata Arjun Kumar Karki, Direktur Pelaksana NEA, kepada Xinhua. Pencurian listrik di negeri tersebut dapat mengakibatkan kerugian hampir sepertiga dari seluruh daya yang dihasilkan. Meskipun tak ada jumlah pasti, pemerintah memperkirakan praktek itu membuat Nepal menderita kerugian miliaran rupee setiap tahun. Konsekuensi dari kejahatan itu jauh lebih besar dari manfaat jangka pendeknya. Kadang-kala pencuri listrik tersengat atau berakhir dengan cederanya orang yang tak bersalah. Masalah tersebut berlanjut sebab pengidentifikasian dan konfirmasi pelanggar individu memerlukan waktu dan biaya, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Itu adalah "permainan kucing-kucingan" yang terus berlangsung sebab para pelanggar seringkali membantah dakwaan yang dilontarkan terhadap mereka. Meskipun NEW telah melancarkan tindakan terhadap para pencuri listrik, sikap kebanyakan warga terhadap pencuriah listrik di negeri itu tetap tak peduli terutama di kalangan masyarakat kota yang berkembang di Nepal. "Pencurian dan kebocoran listrik lebih sering terjadi di daerah semi-perkotaan. Untuk mencegah pencurian listrik, kami telah menambah daya di berbagai daerah tempat kebocoran listrik sangat tinggi, terutama di Wilayah Tarai," kata Karki. Menurut banyak pejabat, hampir 60 persen listrik di Tarai dicuri; wilayah lain di Nepal memiliki angka pencurian yang bahkan lebih banyak lagi. Geografi Nepal dan banyaknya masyarakat yang hidup terpencil menimbulkan tantangan sangat besar bagi program pemerintah mengenai listrik masuk desa. Kathmandu telah menderita kekurangan listrik selama beberapa tahun. Situasi tersebut bertambah parah akibat ledakan pertambahan penduduk, perencanaan kota yang buruk dan "booming" perubahan. Kawat listrik menggantung kendur di pinggir jalan kota itu dan warga menanggung pemadaman listrik sehari pada musim dingin. Warga di Kahtmandu memeriksa dulu jadwal pemakaian daya mereka, sebelum menggunakan komputer, nonton TV, mengisi-ulang baterei, atau melakukan apa saja yang memerlukan listrik. Jadwal berubah setiap hari dan giliran pemadaman listrik adalah kejadian normal di seluruh Ibu Kota Nepal tersebut. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.