Padang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatra Barat (Sumbar) melanjutkan kegiatan gotong royong pada Minggu (30/11) untuk membantu pemulihan kota yang dilanda oleh bencana alam dalam beberapa hari terakhir.
"Hari ini Polresta Padang kembali mengerahkan personel ke berbagai titik untuk membantu pemulihan kota usai dilanda bencana," kata Kepala Polresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo di Padang.
Ia mengatakan sasaran dari kegiatan gotong-royong tersebut yang pertama adalah pemukiman atau rumah warga yang terendam oleh banjir.
Sebab banjir itu membawa muatan air bercampur lumpur ke dalam rumah warga, sehingga sulit untuk dibersihkan.
"Kehadiran personel Polri diharapkan dapat meringankan pekerjaan warga untuk membersihkan rumahnya dari material lumpur yang mengendap di rumah," jelasnya.
Ia mengatakan sasaran lainnya adalah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan ruas jalan yang juga masih menyisakan lumpur.
Total personel yang dilibatkan dalam pengerjaan pascabencana itu mencapai 400 orang, termasuk personel yang ada di Kepolisian Sektor (Polsek).
Para personel disebar ke berbagai tempat mulai dari pagi hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, seperti yang telah dilakukan pada Sabtu (29/11).
"Semoga dengan gotong-royong ini upaya pemulihan bisa dipercepat, dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti semula," jelasnya.
Apri menerangkan dalam masa tanggap darurat bencana di Padang pihaknya juga telah mendirikan dapur umum di lokasi yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan makanan warga.
"Kami juga melakukan Bhakti kesehatan dengan membuka posko, serta memberikan pemulihan trauma (Trauma healing) kepada anak-anak di lokasi terdampak," jelasnya.
Pantauan di kawasan Ikur Koto Koto Panjang, Koto Tangah, puluhan Polisi tampak sedang bekerja di rumah warga yang terkena banjir.
Mereka membersihkan sisa material banjir berupa pasir dan lumpur yang mengendap di dalam rumah menggunakan peralatan seperti cangkul dan sekop.
