Sawahlunto (ANTARA) - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Universitas Negeri Padang (UNP) terus menunjukkan dampak nyata di Desa Wisata Silungkang Oso, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Melalui program unggulan Glow Up (Go Local Wisata Unggul dan Promosi), mahasiswa bersama masyarakat memasang plang utama branding destinasi wisata sebagai penanda identitas baru desa tersebut.
Juru bicara Tim PPK Ormawa, Yahya Saputra, di Sawahlunto, Sabtu, menyebut pemasangan plang merupakan langkah strategis memperkuat citra desa wisata.
“Program ini bukan hanya soal mempercantik destinasi, tapi membangun identitas pariwisata lokal agar mudah dikenali dan semakin siap bersaing,” kata dia.
Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, mengapresiasi dukungan mahasiswa yang membawa energi baru bagi masyarakat.
“Dengan adanya plang branding, wajah wisata desa kami lebih jelas dan menarik. Dampaknya bukan hanya pada promosi, tapi juga pada ekonomi masyarakat yang terlibat,” kata dia.
Dosen pendamping UNP, Lailatur Rahmi, menilai kegiatan ini bagian dari pengabdian mahasiswa dalam pemberdayaan desa.
“Branding adalah pintu masuk promosi wisata. Melalui program Glow Up, mahasiswa belajar praktik langsung sekaligus membantu desa membangun daya saing,” ujarnta merinci.
Anggota tim PPK Ormawa, Aris Hidayat, menambahkan bahwa pemasangan plang akan dilanjutkan dengan promosi digital.
“Ke depan, kami kembangkan konten wisata Silungkang Oso di media sosial agar menjangkau lebih luas,” kata dia.
Seorang warga, Dedi Suryono, mengaku senang dengan perubahan tersebut.
“Sekarang wisata di desa kami lebih jelas terlihat. Kami berharap jumlah pengunjung meningkat dan masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya,” kata dia.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menilai gerakan mahasiswa ini sejalan dengan visi Sawahlunto Maju yang adaptif, responsif, dan berdampak nyata. Ia juga meminta hasil program mahasiswa diintegrasikan ke dalam kebijakan pemerintah daerah.
“Langkah ini memperkuat agenda pariwisata kota. Data dan capaian yang dihasilkan bisa dikaji lebih lanjut untuk rekomendasi kebijakan, program, dan anggaran agar pembangunan wisata semakin berkelanjutan,” kata dia.
Selain program Glow Up, mahasiswa UNP sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan lain seperti Digides (digitalisasi fasilitas wisata), Siaga 1 dan 2 (pelestarian budaya dan penguatan kelembagaan Pokdarwis), serta Rancak (pengembangan produk UMKM berbasis kayu manis dan songket).
Upaya mahasiswa tersebut selaras dengan kebijakan nasional, termasuk dorongan Kementerian Desa PDTT dalam pengembangan desa wisata, serta program Kementerian Pariwisata melalui Kharisma Event Nusantara (KEN).
Di tingkat makro, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal berbasis budaya dan UMKM dalam visi Astacita.
Dengan begitu, inisiatif mahasiswa ini tidak hanya berdampak jangka pendek, melainkan menjadi fondasi pemberdayaan berkelanjutan yang mempertemukan potensi lokal dengan arah kebijakan nasional.
