
Geo-Resilience Mapping : Warga Ulakan dilatih teknologi mitigasi tsunami

Padang Pariaman (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Nagari Ulakan menggelar kegiatan bertajuk Geo-Resilience Mapping: Memperkuat Peran Forum Pengurangan Risiko Bencana dalam Mitigasi dan Adaptasi pada 23–26 Agustus 2025. Program ini merupakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNP dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pendanaan tahun 2025.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari unsur perangkat nagari, anggota FPRB, komunitas pendidikan, dan komunitas wisata. Selama tiga hari, peserta mendapat tiga jenis pelatihan inovatif. Pertama, simulasi Virtual Reality (VR) untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan menghadapi tsunami. Kedua, pelatihan teknologi geospasial untuk menyusun peta bahaya tsunami dan rute evakuasi. Ketiga, pelatihan pengelolaan website kebencanaan agar masyarakat bisa mengakses informasi darurat yang selalu diperbarui.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, tim pelaksana juga menyerahkan atribut siaga bencana berupa penunjuk arah jalur evakuasi dan papan informasi bencana yang sesuai standar BNPB. Fasilitas ini dipasang di titik-titik strategis Nagari Ulakan agar warga lebih mudah mengenali jalur aman serta lokasi penting saat bencana terjadi.
“Dengan VR, masyarakat bisa berlatih evakuasi seolah-olah dalam situasi nyata. Peta bahaya dan website yang dibuat nantinya menjadi panduan penting bagi warga Nagari Ulakan,” jelas Jefri Nando, S.Si, salah satu pemateri. Narasumber lain, Viery Armensyah, S.Si, dan Azhari Syarief, M.Si, juga membimbing praktik langsung penggunaan teknologi VR dan geospasial.
Ketua tim pelaksana, Risky Ramadhan, M.Si, menyebut kegiatan ini bagian dari program Kampus Berdampak UNP. “Kami ingin kampus hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan komunitas, kita bisa memperkuat ketangguhan nagari menghadapi bencana,” ujarnya. Dalam program ini, empat mahasiswa aktif juga terjun mendampingi peserta.
Wali Nagari Ulakan, Ade Candra, ST, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program ini. “Kegiatan ini memberi manfaat besar bagi Nagari Ulakan. Dengan adanya pelatihan VR, peta bahaya, website kebencanaan, serta penambahan atribut siaga bencana, kami semakin siap menghadapi potensi bencana alam di wilayah kami,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui pelatihan ini, Nagari Ulakan diharapkan semakin siap menjadi nagari tangguh bencana dengan memanfaatkan teknologi, informasi, dan kearifan
lokal.*

Pewarta: Risky Ramadhan
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
