Logo Header Antaranews Sumbar

Momen Ketika Petugas BKSDA Sumbar bertemu langsung harimau sumatera di Agam

Sabtu, 2 Mei 2026 16:39 WIB
Image Print
Petugas BKSDA bersama Pagari Baringin sedang memasang kamera treap atau jebak di lokasi munculnya harimau sumatera di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, bertemu langsung dengan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat melakukan penanganan interaksi negatif satwa tersebut di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sabtu siang.

"Kami langsung bertemu dengan harimau sumatera dengan jarak hanya sekitar 20 meter saat melakukan penanganan interaksi negatif atau konflik satwa dengan manusia di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Sabtu (2/5)," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan detik-detik bertemu harimau sumatera itu saat petugas BKSDA bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Salareh Aia dan wartawan LKBN Antara mencoba menelusuri lokasi ditemukan satwa dilindungi oleh petugas BKSDA Sumbar sebelumnya.

Sesampai di lokasi, petugas melihat harimau sumatera ada di belakang yang sebelumnya telah dilewati oleh petugas.

Saat itu, petugas langsung mendekati satwa tersebut dan harimau sumatera tidur di lokasi dengan jarak sekitar 20 meter dari mereka berdiri.

"Harimau hanya tidur dan kami mencoba untuk berinteraksi dengan harimau. Beberapa menit harimau sumatera langsung pergi ke lokasi semak-semak," katanya.

Ia menambahkan dari identifikasi yang dilakukan harimau sumatera berkelamin betina dengan usia remaja.

Setelah itu mencari tahu penyebab harimau sumatera itu melihatkan dirinya kepada petugas.

"Kita mencari penyebab kenapa satwa itu melihat kepada petugas," katanya.

Sebelumnya, harimau sumatera tersebut juga bertemu dengan warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur atas nama Samsuir (74), Syafmiati (57) saat hendak ke kebun, Sabtu (2/5) sekitar pukul 08.00 WIB.

Harimau tersebut berjarak hanya berjarak sekitar lima meter dan mereka segera berlindung ke pondoknya.

Namun harimau tetap berada di lokasi kebun sekitar 15 menit dan petugas gabungan berasal dari BKSDA Sumbar, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Pagari Baringin, Pagari Salareh Aia, perangkat nagari dan masyarakat setempat langsung mengevakuasi satu keluarga tersebut, setelah mendapatkan laporan dari pemerintah nagari setempat.

"Kita mengevakuasi pasangan suami istri dan ponakannya atas nama Pendi (40) dari kebun ke pemukiman dengan jarak sekitar satu kilometer," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026