Padang Aro (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) memberi pelatihan kepada 160 relawan tanggap bencana dan potensi SAR di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat guna meningkatkan peran masyarakat dalam mitigasi bencana.
"Di Solok Selatan saat ini hanya ada lima orang anggota SAR oleh sebab itu keterlibatan masyarakat sangat diperlukan agar mampu merespons bencana secara cepat dan tepat," kata Direktur Bina Tenaga Basarnas, Marsma TNI Tarjoni, di Padang Aro, Jumat.
Dia mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya Basarnas dalam memaksimalkan peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana, terutama di tengah kebijakan efisiensi nasional yang sedang diterapkan.
Basarnas katanya, merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam penanggulangan bencana, baik di darat, laut, maupun udara, maka pelatihan semacam ini sangat penting mengingat keterbatasan personel di daerah.
Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi mengapresiasi kehadiran Basarnas dan pemerintah pusat dalam kegiatan ini sebab ini bukan hanya relevan untuk kondisi darurat, tetapi juga menjadi upaya edukasi jangka panjang bagi masyarakat.
"Kegiatan ini adalah momentum untuk membangun kesadaran bersama dan saya mengajak seluruh peserta menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing dan tidak berhenti setelah pelatihan ini selesai," katanya .
Menurut dia, pelatihan ini menjadi langkah awal pembentukan jejaring relawan tangguh di tingkat lokal.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Basarnas katanya, diharapkan akan terbentuk sistem penanggulangan bencana yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan geografis Solok Selatan yang kompleks.
"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan diperluas cakupannya agar koordinasi dalam penanggulangan bencana semakin kuat dan solid," ujarnya.
Kegiatan pemberdayaan ini dilaksanakan melalui metode penyampaian materi dan simulasi, dengan tujuan memberikan pemahaman praktis kepada para relawan.
