
Status tanggap darurat bencana di Agam beralih masa peralihan

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengakhiri masa tanggap darurat bencana, Senin (5/1) dan beralih ke masa peralihan darurat untuk melanjutkan pemulihan secara bertahap.
"Dengan ditetapkannya masa peralihan darurat, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk melanjutkan pemulihan secara bertahap," kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung saat rapat koordinasi dan evaluasi penanganan tanggap darurat bencana alam yang di aula utama kantor bupati setempat, Senin (5/1).
Rapat dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad lqbal, Ketua DPRD Agam Iham, Sekretaris Daerah Agam Muhammad Luthfi AR, Dandim 0304/Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, Kapolres Agam AKBP Muari, kepala organisasi perangkat daerah dan lainnya.
Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan tanggap darurat selama 14 hari terakhir sekaligus menetapkan status kebencanaan.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur terkait, status tanggap darurat resmi diakhiri dan Kabupaten Agam memasuki masa peralihan darurat
Ia menambahkan selama peralihan darurat juga memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan.
Serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di seluruh wilayah terdampak bencana.
"Ini bakal kita lakukan selama masa pemulihan darurat," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif salam penanganan bencana di Agam.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, OPD terkait, relawan, hingga masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah dalam penanganan bencana ini. Kerja keras dan kebersamaan inilah yang menjadi modal utama kita untuk bangkit," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Agam memperpanjang masa tanggap darurat dari 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 165 orang meninggal dunia.
Korban tersebar di Kecamatan Malalak 16 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Palembayan 136 orang, Ampek Nagari satu orang.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan sebanyak 3.246 jiwa mengungsi, baik ke fasilitas umum seperti masjid maupun ke rumah saudara.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
