Prabowo disambut hangat Presiden Brasil

id Prabowo Subianto,Lula da Silva,Presiden Brasil,KTT BRICS 2025

Prabowo disambut hangat Presiden Brasil

Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva saat menghadiri rangkaian kegiatan rapat pleno KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto

Dengan senyum merekah di antara keduanya, Presiden Lula tak lupa menjabat tangan Presiden Prabowo sambil berbincang singkat.

Sebelum Prabowo dipersilakan untuk memasuki ruangan yang menjadi tempat berlangsungnya rapat pleno, Presiden Lula mengajak berfoto bersama di depan latar BRICS.

Ketika berpose, Presiden Lula tampak kembali menepukkan tangannya saat berjabat tangan dengan Prabowo, seraya menunjukkan gestur hangat tanda hubungan baik kedua negara.

Sebelum KTT BRICS 2025, pertemuan terakhir Presiden Prabowo dan Presiden Lula berlangsung pada KTT G20, di mana Brasil menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada November 2024.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS ini menjadi simbol atas keterlibatan Indonesia yang kini resmi tergabung dalam kelompok ekonomi dunia itu bersama negara-negara pendiri, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan negara mitra, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lainnya.

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang mendampingi Prabowo, antara lain Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Arrmanatha Nasir dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kedatangan delegasi Indonesia ini menandai keseriusan pemerintah dalam mengambil peran aktif dalam pembentukan tatanan ekonomi global baru yang lebih adil dan seimbang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Prabowo disambut hangat Presiden Lula saat hadiri KTT BRICS

Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.