Dengan senyum merekah di antara keduanya, Presiden Lula tak lupa menjabat tangan Presiden Prabowo sambil berbincang singkat.
Sebelum Prabowo dipersilakan untuk memasuki ruangan yang menjadi tempat berlangsungnya rapat pleno, Presiden Lula mengajak berfoto bersama di depan latar BRICS.
Ketika berpose, Presiden Lula tampak kembali menepukkan tangannya saat berjabat tangan dengan Prabowo, seraya menunjukkan gestur hangat tanda hubungan baik kedua negara.
Sebelum KTT BRICS 2025, pertemuan terakhir Presiden Prabowo dan Presiden Lula berlangsung pada KTT G20, di mana Brasil menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada November 2024.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS ini menjadi simbol atas keterlibatan Indonesia yang kini resmi tergabung dalam kelompok ekonomi dunia itu bersama negara-negara pendiri, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan negara mitra, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lainnya.
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang mendampingi Prabowo, antara lain Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Arrmanatha Nasir dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kedatangan delegasi Indonesia ini menandai keseriusan pemerintah dalam mengambil peran aktif dalam pembentukan tatanan ekonomi global baru yang lebih adil dan seimbang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Prabowo disambut hangat Presiden Lula saat hadiri KTT BRICS
