Lubuk Basung (ANTARA) - Warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memperbaiki jalan menuju pemukiman mereka secara swadaya, sehingga akses transportasi membawa hasil perkebunan lancar.
Tokoh Adat Maua Hilia Muchtalih di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan perbaikan jalan tersebut dilakukan secara swadaya dengan cara gotong royong melibatkan 100 orang.
"Ada 100 orang yang ikut gotong royong setiap harinya untuk memperbaiki jalan dengan kondisi rusak berat," katanya.
Ia mengatakan gotong royong tersebut telah dimulai semenjak Selasa (1/7) dan kondisi jalan sudah selesai diperbaiki sekitar 1,5 kilometer dari total tiga kilometer.
Perbaikan jalan tersebut dengan cara menimbun badan jalan yang banyak berlubang dengan memanfaatkan material di sekitar jalan itu.
"Kita juga menggunakan satu unit alat berat milik anak nagari Maua Hilia untuk menimbun jalan tersebut," katanya.
Ia menambahkan perbaikan jalan tersebut dilakukan secara bertahap dan tahap selanjutnya di Malanca.
Dengan cara itu, akses transportasi untuk membawa hasil perkebunan berupa kelapa sawit, jagung, padi dan pinang kembali normal.
"Sebelumnya kami kesulitan untuk membawa hasil perkebunan mengingat kondisi jalan rusak berat, sehingga harga panen perkebunan menjadi murah," katanya.
Ia mengakui Pemerintah Nagari Salareh Aia telah mengalokasikan dana desa untuk pembangunan hotmix sepanjang 450 meter pada 2024.
Setelah itu, menyampaikan usulan pengaspalan jalan saat rapat Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan mengajukan proposal ke anggota DPRD Agam.
"Mudah-mudahan tahun depan jalan diaspal, sehingga akses lalu lintas masyarakat sekitar lancar, karena dengan kondisi jalan seperti ini, maka beberapa bulan kedepan bakal mengalami rusak," katanya.
Maua Hilia memiliki 125 kepala keluar dengan 400 jiwa. Sedangkan lahan pertanian sekitar 800 hektar.
Sementara Anggota Fraksi Partai Demokrat Agam, Jondra Marjaya mengatakan bakal mengalokasikan dana pokok-pokok pikiran untuk jalan tersebut pada 2027.
"Saya bakal melakukan riset ke Maua Hilia untuk menjemput aspirasi terkait pembangunan jalan dan pada awal 2026 diusulkan untuk pokok pikiran 2027," katanya.
Ia menambahkan sudah dua kali mengalokasikan dana pokok-pokok pikiran untuk pengerasan jalan tersebut sebesar Rp150 juta setiap pokir.
Maua Hilia tersebut merupakan salah satu kampung tua di Salareh Aia. Di lokasi tersebut ada sekolah dasar, masjid dan ekonomi masyarakat dari hasil perkebunan.
Untuk itu, pembangunan jalan tersebut sangat dibutuhkan, karena jalan merupakan urat nadi ekonomi masyarakat sekitar dan selama ini masyarakat memperbaiki jalan secara swadaya.
"Saya perwakilan masyarakat Palembang di DPRD Agam sangat mengapresiasi swadaya warga memperbaiki jalan itu dan berusaha semaksimal mungkin menyuarakan perbaikan jalan itu nantinya," katanya.
