Logo Header Antaranews Sumbar

Menjadi daerah asal longsor Maninjau, 54 warga mengungsi di pinggir jalan Kelok 42

Selasa, 6 Januari 2026 15:07 WIB
Image Print
Posko pengungsian warga Desa Kubuak Ladang Tinggi di belokan Ke-42 Kelok 44 Maninjau, Kabupaten Agam. Longsor di desa warga setempat menjadi sumber hulu bencana banjir bandang di Pasar Maninjau​​​​​​​. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Puluhan warga dari Desa Kubuak Ladang Tinggi, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam mengungsi ke posisi aman di kelok (belokan) Ke-42 Kelok 44. Daerah asal mereka merupakan sumber longsor parah yang menimpa warga di Tanjung Raya, Maninjau.

"Kami mengungsi sejak Kamis (1/1) saat terjadi longsor besar, sebelumnya sudah terjadi juga beberapa longsor namun tidak sekuat yang terakhir. Ada 15 Kepala Keluarga (KK) dengan 54 jiwa yang mengungsi," kata warga, Syafrizal (54), Selasa (6/1).

Dari mereka yang mengungsi, terdiri dari enam warga lanjut usia (lansia), 16 pelajar dan lima balita. Warga mengungsi di pinggir jalan yang saat ini sepi kendaraan pasca bencana hidrometeorologi.

Tenda pengungsian didirikan berbatasna dengan badan jalan di halaman salah satu rumah warga yang berada sekitar satu kilometer dari Desa Kubuak Ladang Tinggi.

"Tenda disumbangkan warga desa tetangga sebelah, sementara sembako dan matras diberikan pemerintah setempat. Kami diminta untuk bersedia pindah karena ancaman longsor masih ada," kata Syafrizal.

Dari pantauan di lapangan, tebing bukit yang mengalami longsor memiliki lebar hingga 300 meter dan masih meninggalkan bongkahan tanah retak yang sewaktu-waktu bisa longsor.

Material longsor ini mengancam warga yang berada di aliran Muaro Pisang, Kecamatan Tanjung Raya Pasar Maninjau.

Warga Kubuak sudah diminta oleh Pemerintah Kabupaten Agam untuk bersedia direlokasi permanen ke tempat yang lebih aman.

"Kami ditawari untuk mau pindah ke hunian sementara atau mencari lokasi aman untuk membangun rumah sendiri nanti dibantu pemerintah," kata Syafrizal.

Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis saat melihat langsung lokasi sumber longsoran mengatakan segera menindaklanjuti daerah ini bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Alhamdulillah kita sudah sampai ke lokasi yang menjadi hulu dari Muaro Pisang yang menjadi sumber banjir bandang di Maninjau, terjadi pelebaran di sepanjang aliran sungai dan ladang warga di perbukitan yang hancur. Kita siapkan teknisnya nanti bersama Pemerintah Provinsi Sumbar," kata Bupati.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026