Logo Header Antaranews Sumbar

Dukung swasembada pangan dan 100 hari kerja bupati, Pemkab Pasaman Barat tanam sawah pokok murah (Video)

Rabu, 28 Mei 2025 11:17 WIB
Image Print
Bupati Pasaman Barat Yulianto (tengah) mengacungkan benih padi saat tanam sawah pokok murah di kelompok tani Tirto Sari, Nagari (Desa) Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo, Rabu (28/5/2025). ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan tanam perdana sawah pokok murah dalam rangka mendukung swasembada pangan dan 100 hari kerja bupati dan wakil bupati di kelompok tani Tirto Sari, Nagari (Desa) Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo, Rabu.

Bupati Pasaman Barat Yulianto saat melakukan penanaman sawah pokok murah di Mahakarya, Rabu, mengatakan program ini diharapkan menghemat pemakaian benih badan sarana produksi lainnya mencapai 60 persen lebih.

Selain itu menghemat biaya pengolahan lahan sesuai dengan hasil yang sudah ditetapkan dan inisiasi oleh mantan Kepala Dinas Pertanian Sumbar Djoni.

Menurutnya petani saat ini membutuhkan biaya usaha tani yang cukup tinggi. Untuk itu, solusi paling tepat adalah bersawah dengan penerapan sawah pokok murah.

Adapun luas pertanian padi sawah di Pasaman Barat Tahun 2024 seluas 18.009 hektare denhan produksi 88.408 ton dan provitas 4,65 ton per hektare.

Dia mengharapkan kedepannya budidaya padi sawah SPM dapat menyebar di 11 kecamatan di Pasaman Barat dan dapat meningkatkan provitas padi sawah di Pasaman Barat dengan optimalisasi dana nagari.

Pejabat Sekretaris Daerah yang juga Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan adapun tahapan dalam teknik budi daya padi pada sawah pokok murah adalah setelah panen jerami dipotong, sisa batang padi dibersihkan, jerami dikumpulkan dan disisihkan di pinggir jalan.

Lalu sawah digenangi selama dua malam, kemudian membuat bedengan 1,25 meter x 10 meter dan parit antar bedeng dengan lebar 25 centimeter dan kedalaman 15 centimeter.

Selanjutnya memberi perlakuan pada bedeng atau media tanam sesuai kebutuhan diantaranya memberi dolomit, pupuk kandang atau pupuk organik lainnya.

Siap itu menutup bedeng dengan jerami setebal 5 centimeter, petani melakukan persemaian benih selama 15 hari dan setelah itu lahan sawah pokok siap ditanami.

"Proses budidaya padi sawah pokok murah ini praktis dan murah sehingga petani dapat meminimalisir pengeluaran produksinya dan dapat mengandalkan sumber daya keluarganya sendiri," katanya.

Dia berharap program ini dapat membantu petani untuk meningkatkan penghasilan dengan efisiensi dan modal yang murah.

"Kita ingin produksi padi terus meningkat kedepannya. Adapun produksi padi empat bulan terakhir atau Januari-April sebesar 36,786 ton," katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian tanaman Pangan dan Holtikultura Sumbar Ferdinal Asmi memberikan apresiasi kepada Pemkab Pasaman Barat untuk memajukan sektor pertanian dan sesuai visi misi Pemprov Sumbar dengan salah satunya dengan penerapan sawah pokok murah.

Menurutnya Pemprov Sumbar ingin menjadikan Sumbar sebagai lumbung pangan.

Untuk itu, katanya, peningkatan produksi di Pasaman Barat harus menjadi perhatian kedepannya.

"Sawah pokok murah merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi dengan biaya mengurangi emisi gas kaca," katanya.

Petani, katanya, bisa menanam padi dengan biaya murah bisa menekan angka pengeluaran serta berproduksi tinggi.

"Biota lain juga bisa hidup di sini yang mampu menjadi penambahan pendapatan masyarakat serta mempengaruhi pengentasan angka stunting," katanya.

Menurutnya, sawah pokok murah menjadi bukti inovasi yang membuat masyarakat petani bisa terbantu. Program serupa sudah dilakukan di beberapa kabupaten kota di Sumbar.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026