
Pemkab Pasaman Barat laksanakan gerakan orang tua asuh cegah stunting

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melaksanakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat kabupaten dengan mengedepankan gerakan gotong royong melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam percepatan penurunan stunting di daerah itu.
"Seluruh unsur harus berperan dalam rangka mengatasi stunting. Mulai dari organisasi perangkat daerah, camat, wali nagari (kepala desa),jorong, lembaga atau organisasi yang ada untuk menjadi orang tua asuh," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Armen di Simpang Empat, Selasa.
Menurutnya pihaknya menargetkan selama 2026 pencegahan stunting kepada 668 keluarga beresiko stunting di 11 kecamatan.
Dia mengajak semua pihak baik individu komunitas dan perusahaan harus bisa menjadi orang tua asuh dengan memberikan bantuan gizi dan non gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita
"Program GENTING bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak terutama 1.000 haru pertama kehidupan. Bantuan gizi itu berupa makanan siap santap yang bergizi dan bantuan non nutrisi seperti penyediaan sarana sanitasi dan akses air bersih," sebutnya.
Menurutnya angka stunting di Pasaman Barat menunjukkan tren penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dari 35 persen pada 2022 menjadi 29,5 persen pada 2023, dan turun menjadi 13,12 persen pada 2025.
"Untuk tahun 2026 ini kita menargetkan angka stunting dapat diturunkan kembali dengan melakukan gerakan bersama," harapnya.
Asisten Administrasi Umum Harlina Syahputri mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk menyamakan persepsi dalam upaya pencegahan stunting.
Menurutnya program GENTING merupakan program prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mengedepankan gerakan gotong royong dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam percepatan penurunan stunting.
Ia menjelaskan, pertemuan GENTING difokuskan pada penguatan komitmen, pemetaan sasaran prioritas, serta evaluasi intervensi penanganan stunting di Pasaman Barat.
“Pertemuan yang diadakan bertujuan meningkatkan kepedulian dan komitmen seluruh unsur dalam pencegahan dan penurunan stunting, melakukan pemetaan sasaran berbasis data valid, serta mengevaluasi dan menajamkan intervensi serta dukungan lintas sektor,” ujarnya.
Harlina juga mengimbau seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari hingga jorong, untuk aktif menggerakkan kepedulian sosial masyarakat.
Melalui program GENTING, seluruh elemen diharapkan dapat berperan sebagai orang tua asuh dengan menyisihkan sebagian rezeki guna membantu keluarga berisiko stunting.
“Ke depan, seluruh pemangku kepentingan diharapkan lebih serius dalam intervensi penurunan dan pencegahan stunting. Camat diharapkan mampu menggerakkan wilayahnya dengan melibatkan organisasi dan komunitas yang peduli terhadap permasalahan ini,” katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
