HSBC Selenggarakan Program "Wealth Discovery" untuk Mahasiswa

id HSBC Selenggarakan Program "Wealth Discovery" untuk Mahasiswa

Jakarta, (Antara) - Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) menyelenggarakan program edukasi bertema "Wealth Discovery" untuk mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas di Jakarta, untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang "wealth management" (pengelolaan kekayaan). "Di bawah 'payung' program 'Wealth Discovery', HSBC menjalankan perannya sebagai pembimbing bagi para mahasiswa dan dosen yang hadir untuk memahami konsep 'wealth management' guna membantu mereka mewujudkan tujuan finansial serta kesejahteraan di masa depan," kata Kepala Kepala Perbankan Ritel dan Wealth Management HSBC Siddarth Baidwan di Jakarta, Kamis. Dia menjelaskan, dalam program edukasi tersebut, para peserta mendapat pengetahuan tentang sejarah dan perkembangan pasar modal serta paparan mengenai layanan "wealth management" di dunia, khususnya perkembangan layanan tersebut di Indonesia. "Sebagai bank global, kami berkomitmen mendidik nasabah, masyarakat, dan generasi muda untuk memiliki pemahaman yang baik tentang 'wealth management'. Kami melihat adanya tren pertumbuhan generasi muda yang mampu meraih tingkat kesejahteraan yang lebih baik," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di posisi kedua setelah China untuk jumlah populasi masyarakat generasi muda dengan keadaan finansial yang mapan. Oleh karena itu, kata Siddarth, pihaknya ingin memberikan pemahaman tentang layanan "wealth management" yang dapat diberikan perbankan untuk mendukung kebutuhan gaya hidup dan tujuan finansial para generasi muda. Program edukasi itu diikuti oleh beberapa universitas di Jakarta, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Universitas Trisakti, Universitas Pelita Harapan, Universitas Swiss German. Siddarth menambahkan, untuk memberi edukasi yang komprehensif dalam program itu, pihaknya menghadirkan para pakar dari dunia perbankan sebagai pembicara, seperti Peneliti Senior Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Ida Rumondang dan Komisaris Independen Manajemen Aset Manulife Bacellius Ruru. Pada kesempatan itu, Senior Vice President (SVP) dan Kepala Manajemen Keuangan HSBC Steven Suryana menilai pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan melalui program edukasi yang memadai, dengan harapan para nasabah akan lebih berani menempatkan dananya di segmen produk investasi selain produk perbankan tradisional. Menurut dia, survei HSBC pada 2011 menunjukkan penetrasi investasi oleh para nasabah di negara berkembang, termasuk Indonesia, masih lebih dominan pada jenis produk tradisional, seperti deposito. "Hal itu tercermin dari porsi alokasi investasi segmen 'affluent' (makmur,red) yang mencapai 35 persen untuk deposito, sementara selebihnya tersebar di properti, reksa dana, saham, dan investasi alternatif lain," ujar Steven. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya siap memberikan masukan dan saran finansial bagi nasabah dan masyarakat dalam merancang strategi investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko investasi jangka panjang setiap nasabah. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.