Simpang Ampek, (Antara) - Lalu lintas kendaraan arus balik di Sumatera Barat dari Kabupaten Pasaman Barat menuju Kota Padang, Senin mulai normal seusai liburan Idul Fitri 1434 Hijriah. Di Simpang Ampek hingga Kinali, arus kendaraan yang akan menempuh jalan Manggopoh tidak sepadat pada hari Minggu yang didominasi sepeda motor dan antrean panjang. "Hari ini arus balik tidak seramai satu hari yang lalu. Kemungkinan para pemudik sebagian besar sudah balik pada Minggu karena hari ini para pegawai negeri sipil sudah harus kerja," kata warga Kinali, In (30). Dia mengatakan selama perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah Simpang Ampek dan Kinali terus ke Manggopoh menjadi jalur alternatif bagi para pemudik yang ingin ke Kota Padang atau daerah lainnya. "Para pemudik lebih memilih jalur Manggopoh karena jika menempuh jalur Bukittinggi dan Padang Panjang akan terjebak kemacetan total," ujar dia. Seorang pengendara sepeda motor, Toni (35) mengatakan sengaja balik pada hari Senin (12/8) karena arus lalu-lintas mulai normal. Jika pada Minggu malah lalu lintas macet. "Kebetulan saya bukan PNS jadi bisa balik hari Senin. Arus kendaraan saat ini sudah kembali normal dan tidak seramai pada Minggu kemarin," kata dia yang hendak menuju Kota Padang. Kasat Lantas Polres Pasaman Barat, Iptu Rio Sigal Hasibuan mengimbau para pengendara tetap hati-hati karena jalur Simpang Ampek-Kinali rawan kecelakaan. Para pengendara baik kendaraan roda dua dan empat agar mewaspadai sejumlah lokasi rawan kecelakaan, mulai Kecamatan Kinali, Simpang Ampek, Ujung Gading dan Aia Bangih. Sebab, katanya, jalur itu merupakan daerah rawan kecelakaan, ditambah lagi jalannya masih sempit dan berlobang. Bukan itu saja, di sepanjang jalan raya itu banyak tronton pengangkut kelapa sawit. Jalan Kinali sampai Simpang Ampek jaraknya mencapai 25 kilometer. Jalan itu saat ini masih sempit ditambah dengan badan jalan yang tinggi dari permukaan. "Selama Operasi Ketupat Lebaran 1434 Hijriah ada tujuh kasus kecelakaan lalu-lintas dan enam orang meninggal dunia," jelas dia. (*/aml/jno)
Berita Terkait
Di balik liputan pewarta merekam duka bencana di Sumatera Barat (video)
Sabtu, 27 Desember 2025 19:36 Wib
Manfaatkan sentuh tanahku, urus sertifikat tak perlu lagi bolak-balik ke Kantor Pertanahan
Senin, 3 November 2025 13:02 Wib
Aliran energi terbarukan di balik indahnya Air Terjun Ponot
Senin, 20 Oktober 2025 20:12 Wib
Thom Haye: Rasanya menyakitkan, tapi di balik itu ada kebanggan
Senin, 13 Oktober 2025 12:22 Wib
Menkomdigi bantah aturan IMEI disamakan dengan balik nama kendaraan
Rabu, 8 Oktober 2025 15:13 Wib
Pemerintah kaji rencana penurunan pajak bea balik nama
Jumat, 26 September 2025 8:04 Wib
Mengenal Kompol Dedy, sosok di balik pengungkapan kasus 50 kilogram sabu-sabu
Rabu, 17 September 2025 14:55 Wib
Cek biaya balik nama, pemilik tanah bisa simulasi lewat aplikasi sentuh tanahku
Jumat, 12 September 2025 18:40 Wib
