Arus Balik Menuju Tanjungpinang Mulai Normal

id Arus Balik Menuju Tanjungpinang Mulai Normal

Tanjungpinang, (Antara) - Arus balik penumpang dari sejumlah daerah menuju Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mulai normal usai libur panjang Idul Fitri 1434 Hijriyah. Pantauan di Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Senin, sejumlah kapal yang datang dari Batam dan Kabupaten Lingga masih dipenuhi penumpang namun tidak padat seperti sehari sebelumnya. "Sudah mulai normal, kalau Sabtu sampai Minggu (10-11/8) kemarin mencapai 300 persen kenaikan arus balik dari Batam," kata Manager Pemasaran Feri Baruna, Kamal. Kamal mengatakan, meski masih dipenuhi penumpang, jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal sudah seperti biasa, sesuai dengan waktu keberangkatan dan kedatangan yang sudah ditetapkan. "Sebelumnya, asal kapal penuh jalan, karena penumpang cukup ramai berdesakan," ujarnya. Selama angkutan Lebaran, Feri Baruna menyediakan armada sebanyak 12 unit, ditambah kapal lainnya yang mencapai sepuluh unit. "Penumpang semuanya terlayani, kadang para penumpang tidak sabar hingga berdesakan," ujarnya. Untuk arus balik menuju Tanjungpinang dari Provinsi Riau, seperti dari Buton dan Dumai juga sudah tampak normal. Menurut Kepala Perwakilan Dumai Express Tanjungpinang, Ahwa, arus balik sudah normal dan sebaliknya dari Tanjungpinang menuju Riau juga sudah normal yang diangkut dengan satu armada kapal. "Arus balik sudah normal menuju atau dari Tanjungpinang, terakhir kami mengoperasikan dua armada kapal pada Minggu (11/8) dan hanya diisi 360 penumpang dari 500 lebih tempat duduk," ujarnya. Sementara itu kepadatan kendaraan di lokasi areal parkir juga tidak terlihat lagi. Pada Sabtu dan Minggu kemarin lokasi parkir kendaraan di Pelabuhan Sri Bintan Pura sangat padat bahkan arus keluar masuk kendaraan juga tersendat. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.