Langkat, Sumut, (Antara) - Arus balik empat hari sejak lebaran di jalan lintas Sumatera Utara (Jalinsum) ruas Kabupaten Langkat, mulai perbatasan Besitang-Aceh menuju perbatasan Stabat-Deli Serdang dipadati kendaraan roda dua. "Kendaraan roda dua memadati arus balik lebaran ini," kata salah seorang pengemudi kenderaan roda empat, Muhammad Iqbal di Stabat, Minggu. Ada peningkatan arus balik kendaraan roda dua dari Sabtu (10/8), terutama yang datang dari arah Besitang menuju Stabat, katanya. Peningkatan kepadatan arus kendaraan itu sangat dirasakannya selaku pengemudi mobil, sehingga dirinya harus ekstra hati-hati. "Kita harus lebih berhat-hati, kalau tidak bisa ditabrak atau bersenggolan dengan sepeda motor akibat padat arus kendaraan," ujarnya. "Hampir separuh badan jalan dikuasai arus sepeda motor, dan mereka datang secara bergerombol, sehingga menyulitkan para pengemudi kenderaan roda empat," ujarnya. Salah seorang pengendara lainnya, Reza, mengatakan hal serupa. "Arus kendaraan jalur lintas Sumatera dari Aceh menuju Medan sangat padat, hampir seluruh ruas badan jalan dipenuhi sepeda motor," katanya. Kalau tidak ekstra hati-hati, katanya, laju mobil sangat rawan bersenggolan atau bertabrakan dengan sepeda motor, apalagi mereka yang berboncengan. Selain berboncengan para pengemudi kendaraan roda dua rata-rata juga membawa barang cukup banyak, selain juga anak-anak, sehingga kondisi sepeda motor penuh, katanya. Terutama yang datang dari arah Pangkalan Brandan, Tanjungpura, Pangkalan Susu, yang hendak menuju Stabat, Binjai dan Medan. Reza menjelaskan bahwa arus kendaraan yang padat terutama pemudik yang hendak balik karena Senin (12/8) para karyawan swasta maupun pegawai negeri sipil sudah mulai bekerja kembali. Sementara itu Irwan, salah satu pengendara sepeda motor dari arah Besitang tujuan Medan menjelaskan bahwa dominasi kendaraan roda dua terlihat memenuhi arus balik, karena lebih efektif sampai ke tujuan dari pada naik bus, angkot, maupun "mopen". "Kita lebih cepat sampai ke tujuan dengan sepeda motor dari pada naik bus ataupun angkot, ''mopen''," kata Irwan. (*/jno)
Arus Balik Jalinsum Dipadati Sepeda Motor
Ilustrasi. (Antara)
