Bakauheni, (Antara) - General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Yanus Lentanga, menyebutkan pihaknya mengoperasikan 28 feri untuk mengantisipasi lonjakan arus balik pemudik yang diperkirakan terjadi pada Minggu atau tiga hari setelah Lebaran 2013. "Awalnya kami perkirakan lonjakan arus balik pemudik pada Sabtu, kemungkinan terjadi pada Minggu," katanya di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Minggu dini hari. Ia menyebutkan, pihaknya akan berusaha mempercepat proses pengangkutan penumpang dan muatan feri dari Bakauheni ke Pelabuhan Merak Banten dengan mengoptimalkan kinerja petugas dermaga pelabuhan. "Kami usahakan agar kapal cepat proses bongkar-isi muatannya agar segera bisa berlayar. Dengan demikian, trip pelayaran kapal feri bisa tercapai optimal," katanya. Ia menyebutkan, pengoperasian kapal diperbanyak, juga proses bongkar-muat isi kapal itu juga dipercepat. Dia juga menyebutkan sebanyak enam dermaga di Pelabuhan Bakauheni dioperasikan pada Minggu. Sementara itu, pemantauan Antara menunjukkan arus balik pemudik terus membanjiri areal Pelabuhan Bakauheni, baik yang menggunakan bus dan kendaraan pribadi, maupun bus antarkota rute Rajabasa-Bakauheni. Sementara itu, Manager Usaha Pelabuhan ASDP Merak Nana Sutisna menyebutkan bongkar muat feri di pelabuhan penyeberangan itu juga dipercepat untuk mengantisipasi lonjakan arus balik pemudik. Misalnya, kegiatan bongkar muat KMP Port Link dipercepat dari 50 menit menjadi 35 menit. Percepatan ini, ujar dia, guna mengatasi lonjakan arus balik dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Selain itu juga PT ASDP setempat menjalin koordinasi dengan Terminal Terpadu Merak. "Saya kira idealnya kapal untuk mengatasi lonjakan arus balik pemudik dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Pelabuhan Merak sebanyak 28 armada," katanya. Sementara itu, sejumlah penumpang arus balik mengatakan bahwa mereka merasa lega setelah tiba di Pelabuhan Merak dengan waktu tempuh perjalanan 2,5 jam. (*/jno)
28 Feri Dioperasikan Saat Puncak Arus Balik Merak-Bakauheni
Ilustrasi. (Antara)
