Penjelasan MUI Pasbar tentang aliran-aliran kepercayaan di daerahnya, satu jelas sesat

id berita pasaman barat,berita sumbar,ajaran

Penjelasan MUI Pasbar tentang aliran-aliran kepercayaan di daerahnya, satu jelas sesat

Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dalam Masyarakat (PAKEM) saat mengelar rapat koordinasi tentang pengawasan aliran kepercayaan beberapa waktu lalu. (Antarasumbar/Altas Maulana)

Satu ajaran kepercayaan lainnya Baha' i juga ada di Pasaman Barat dan jelas sesat,
Simpang Empat (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat mengakui adanya aliran kepercayaan Jamiatul Islamiyah di daerah Air Bangis dan belum menemukan ajaran sesat yang dijalankan oleh kelompok itu.

Pihaknya meminta pengurus Jamiatul Islamiyah dapat terbuka sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Hingga saat ini MUI belum menemukan ajaran yang sesat. Namun jika ditemukan bukti silahkah beritahu kami," kata Ketua MUI Pasaman Barat, Darmansyah di Simpang Empat, Kamis.

Ia mengatakan bersama pengurus MUI lainnya pernah menemui pengurus Jamiatul Islamiyah setahun yang lalu.

Dari pengakuan pengurus itu, katanya membantah naik haji ke Kerinci namun tetap naik haji ke Mekkah.

Namun kebetulan guru mereka itu ada di Kerinci dan peringatan kematian atau haul guru mereka bertepatan pada 10 Zulhijah saat jadwal haji.

"Mereka beramai-ramai ke Kerinci dan dianggap naik haji. Itu pengakuan dari pengurus," katanya.

Selain itu pengurus Jamiatul Islamiyah itu membantah juga adanya salam terakhir shalat tidak ada menyebut uwo dan ajaran lainnya sama dengan Islam.

"Apakah pengakuan ini benar, kita tidak mengetahui pasti namun kita belum temukan bukti yang sesat secara ajaran," ujarnya.

Ia juga telah menyarankan kepada pengurus agar dapat terbuka dalam melaksanakan ibadah sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

Kemudian dapat mengundang tokoh, ustad dan jangan hanya komuditas saja sehingga masyarakat tidak menilai salah.

"Atau jika memang ada ajaran yang baru silahkan tunjukkan dalilnya dan dibahas secara bersama," tegasnya.

Artinya pendekatan kepada masyarakat harus diperbaiki. Namun meskipun demikian pihaknya tetap memantau kelompok jemaah itu agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Mereka latar belakangnya penjual emas, pengusaha dan tidak dikenal masyarakat sebagai ustad sehingga perlu keterbukaan," ujarnya.

Saat ini pengikut mereka terus bertambah dengan kegiatan rumah ke rumah dan saat ini anggotanya sudah mencapai 50 orang.

"Kelompok ini terus kita pantau dan jika memang ada kejanggalan secara ajaran akan kita kaji bersama-sama," katanya.

Ia juga menegaskan satu ajaran kepercayaan lainnya Baha' i juga ada di Pasaman Barat dan jelas sesat.

"Baha'i itu melaksanakan sholat tiga kali sehari semalam dan jelas sesat. Saat ini masih ada dan kegiatannya dari rumah ke rumah," ujarnya.***2***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021