Lubukbasung (ANTARA) - Permintaan sapi kurban di Pengembangan Ternak Raudhah Farm Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencapai 100 ekor dari pengurus masjid tersebar di provinsi itu dua bulan menjelang Idul Adha 1442 Hijriyah.
Pemilik Pengembangan Ternak Raudhah Farm Agam, Firdaus di Lubukbasung, Kamis, mengatakan permintaan itu semenjak Ramadhan 1442 Hijriyah sampai 20 Mai 2021.
"Berkemungkinan permintaan sapi kurban itu bakal bertambah menjelang Idul Adha, karena setiap tahun permintaan sapi diatas 100 ekor," katanya.
Ia menambahkan, 100 ekor sapi kurban itu jenis sapil lokal dan sapi Bali dari pengurus masjid, anggota DPR dan lembaga lain.
Permintaan itu berasal dari Kota Padang, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Tanahdatar dan lainnya.
"Ini langanan kami setiap Idul Adha semenjak beberapa tahun lalu," katanya.
Saat ini, tambahnya persediaan sapi kurban di peternakan itu baru 50 ekor. Untuk memenuhi permintaan, pihaknya akan mencari ke Kabupate Solok, Dharmasraya dan lainnya.
Sebelum pandemi, sapi kurban itu didatangkan dari Nusa Tenggara Timur. Namun dengan kondisi pandemi COVID-19, maka membeli sapi dari Sumbar.
"Sebelumnya kami mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi permintaan sapi kurban," katanya.
Untuk mengatasi ketergantungan sapi dari Nusa Tenggata Timur pasca pandemi, pihaknya membentuk program tabungan sapi dengan peserta 39 orang.
Ke 39 peserta itu memiliki tabungan sapi sebanyak 100 ekor atau dua sampai delapan ekor per peserta.
Sapi tersebut digembalakan di kandang milik Raudhah Farm di Bawan, Kecamatan Ampeknagari dan sebagian sapi digembalakan ke warga Bawam, Manggopoh dan lainnya dengan sistim bagi hasil.
"50 persen keuntunggan untuk pengembala, 40 persen pemodal dan 10 persen penggelola," katanya.
Salah seorang pengembala sapi Raudhah Farm, Zal (42) mengatakan pihaknya memelihara dua ekor sapi berkelamin betina milik Raudhah Farm.
Satu sapi jenis Bali telah melahirkan dan satu lagi sedang mengandung.
"Dalam beberapa bulan kedepan sapi ini akan beranak dan saya baru empat bulan memelihara sapi itu," katanya. ***1***
