Ajudan senior pimpinan Aung San Suu Kyi ikut ditangkap pascakudeta militer

id Aung San Suu Kyi,kudeta Myanmar,Win Htein

Ajudan senior pimpinan Aung San Suu Kyi ikut ditangkap pascakudeta militer

Warga setempat membunyikan panci, sebuah cara tradisional untuk mengusir roh jahat, ketika memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (3/2/2021). REUTERS/Stringer/AWW/djo (REUTERS/STRINGER)

Yangon, (ANTARA) - Ajudan senior lainnya di partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, Win Htein, pada Jumat mengatakan kepada Reuters bahwa dia ditangkap pascakudeta pekan ini bahkan saat Dewan Keamanan PBB menyerukan pembebasan.

Win Htein, 79, pendukung Suu Kyi sekaligus tahanan politik lama yang puluhan tahun berkampanye untuk menghentikan kekuasaan militer, melalui telepon mengatakan kepada Reuters bahwa dia dijemput oleh petugas polisi dengan mobil dari Yangon menuju ibu kota Naypyidaw.

Ajudan itu tidak menyebutkan tuduhan apa yang ia hadapi.

Baca juga: Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh senior ditangkap

"Mereka gentlemen jadi saya bisa menerima telepon," katanya. "Kami terus-terusan diperlakukan buruk. Saya tidak pernah takut dengan mereka, sebab saya tidak melakukan kesalahan seumur hidup saya."

Pemimpin terpilih Suu Kyi ditangkap sejak Senin (1/2), ketika dijatuhkan oleh militer atas nama penyimpangan dalam pemilu November lalu.Suu Kyi menghadapi tuduhan telah mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal, seperti yang ditunjukkan dokumen kepolisian.

Dewan Keamanan PBB pada Kamis menyerukan pembebasan Suu Kyi dan tahanan lainnya dan menyatakan prihatin dengan situasi di Myanmar. Badan tersebut menghentikan sesaat kecaman kudeta, yang menghentikan transisi panjang menuju demokrasi.

Sekitar 147 orang ditangkap sejak kudeta, termasuk para pegiat, anggota dewan dan pejabat dari pemerintahaan Suu Kyi, seperti diungkap Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) Myanmar pada Kamis. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar