20 napi dan tahanan belum dikirim ke Lapas Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota koordinasikan makan dan minum mereka

id Polres Limapuluh Kota,lapas payakumbuh

20 napi dan tahanan belum dikirim ke Lapas Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota  koordinasikan makan dan minum mereka

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/FAUZAN)

​​​​​​​Sarilamak (ANTARA) - Sebanyak 20 narapidana dan tahanan di Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang telah memiliki kekuatan hukum tetap belum dapat dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Payakumbuh.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo di Sarilamak, Kamis, mengatakan narapidana tersebut belum dapat dikirim karena belum memenuhi syarat atau belum sesuai dengan protokol kesehatan.

"Mereka tetap bisa dikirim, namun karena saat ini di tengah pandemi COVID-19, mereka baru bisa dikirim setelah melalui protokol kesehatan," kata dia.

Ia mengatakan selain narapidana sebanyak 12 orang diantaranya merupakan tahanan titipan dari kejaksaan.

"Nantinya setelah melalui protokol kesehatan dan dinyatakan bisa untuk dikirim ke lapas akan langsung kita kirim," sebutnya.

Untuk itu, katanya pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Lapas terkait semua hal termasuk untuk makan dan minum dari narapidana.

"Makan dan minum dari tahanan itu kan telah masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Dirjen Kemenkumham," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Lapas kelas II B Payakumbuh Muhamad Kameily mengatakan seluruh makan dan minum dari tahanan yang masih belum bisa dikirim ke Lapas memang menjadi tanggung jawab pihaknya.

"Yang jelas itu kita terus berkoordinasi dengan Kapolres Payakumbuh dan Limapuluh Kota terkait berapa jumlah warga binaan yang belum dapar dikirim ke Lapas," ujarnya.

Untuk diketahui, ditundanya pengiriman tahanan baru ke Rutan Krui itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor : M.HH.PK.01.01.01-03, tanggal 24 Maret 2020 perihal pencegahan dan pengendalian penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Lapas/Rutan. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar