Seorang pasien dalam pengawasan COVID-19 asal Pasaman Barat meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang

id berita pasaman barat,berita sumbar,PDP COVID-19,meninggal dunia

Seorang pasien dalam pengawasan COVID-19 asal Pasaman Barat meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang

Tim relawan PMI Pasaman Barat saat memakamkan pasien PDP S (50) di Wonosari Kinali pada Kamis (21/5) malam yang meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang. (antarasumbar/Istimewa)

Pasien meninggal dunia pada Kamis (21/5) sore dan dimakamkan di Wonosari, pada malamnya,
Padang (ANTARA) - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) penyalik COVID-19 asal Wonosari, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), inisial S (50) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang.

"Pasien meninggal dunia pada Kamis (21/5) sore dan dimakamkan di Wonosar, pada malamnya," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat, Gina Alecia di Simpang Empat, Jumat.

Ia menambahkan sebelum almarhum di rawat di RS M Djamil. Ia sakit di rumahnya di Wonosari karena tidak mau makan dan sakit menelan.

Setelah itu, dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat pada 14 Mei 2020. Di Yarsi almarhum diagnosa pembengkakan lambung dan pembekuan darah diotak.

Saat di RS Yarsi almarhum dalam keadaan koma dan dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil Padang pada 19 Mei 2020.

"Almarhum meninggal pada Kamis sore dan sebelumnya pihak rumah sakit menetapkan almarhum PDP COVID-19. Sedangkan hasil swabnya masih menunggu," katanya.

Pemakaman yang dilaksanakan pada Kamis malam berjalan dengan lancar oleh relawan PMI Pasaman Barat dengan protokol COVID-19.

"Kita juga langsung melakukan tracing atau melacak riwayat kontak almarhum sebagai antisipasi penyebarannya," ujarnya.

Ia menambahkan hingga Kamis (21/5) total Kumulatif Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 258 orang dengan keterangan 251 orang sudah selesai pemantauan dan tujuh orang masih dalam pemantauan.

Kemudian total kumulatif Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 12 orang dengan hasil swab 12 orang negatif, sehat sembilan orang dan tiga diantaranya meninggal.

Untuk total kumulatif Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 44 orang dengan keterangan 16 orang negatif, 28 orang kontak dengan almrhim M (diswab 14 orang hasil negatif).

"Pasien positif satu orang dengan total pelaku perjalanan hingga Kamis mencapai 26.080 orang," sebutnya.

Ia mengharapkan kepada warga agar tetap ikuti aturan pemerintah dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi keselamatan bersama.

"Mari rajin cuci tangan dengan sabun , selalu memakai masker, jaga jarak dan jangan mudik. Semoga kita semua dapat terhindar dari COVID-19," katanya. ***3***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar