Wagub: generasi muda tangguh mesti dipersiapkan untuk menangi peluang 2030

id Narsul Abit, wagub, sumatera barat, generasi muda, hiv aids, kebangsaan

Wagub: generasi muda tangguh mesti dipersiapkan untuk menangi peluang 2030

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan arahan pada acara Penguatan Pembaruan Kebangsaan Etnis/Paguyuban Se Kabupaten Limapuluh Kotadi Hotel Sago Bungsu, Tanjung Pati, Kamis. (Ist)

Tanjung Pati (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat mengajak berbagai elemen untuk bersama-sama menyiapkan generasi muda yang tangguh, memiliki daya saing yang tinggi, agar nantinya dapat memanfaatkan peluang dan menangkan segala kemajuan di tahun 2030.

Ajakan ini disampaikannya dalam sambutannya pada acara Penguatan Pembaruan Kebangsaan Etnis/Paguyuban Se Kabupaten Limapuluh Kotadi Hotel Sago Bungsu, Tanjung Pati, Kamis.

Menurut dia, pada 2030 merupakan awal babak saatnya putra putri Indonesia khususnya Sumatera Barat untuk mampu memenangkan segala bentuk persaingan global.

Terkait persentase jumlah sumber daya manusia produktif pada tahun tersebut sudah meningkat tinggi dan memungkinkan tampil menjadi yang terbaik.

"Di tahun 2030 tersebut kita mesti sudah mampu mengelola sistem perekonomian yang baik karena potensi ekonomi kita amat banyak dan baik. Kita juga mesti menyiapkangenerasi muda yang cerdas, berkepribadian dan memiliki keunggulan dalam daya saing,"harap NA.

Ia juga mengatakan, tantangan untuk generasi muda setiap hari, waktu demi waktu semakin nyata dan selalu menggerogoti mereka.

"Menyiapkan generasi unggul itu sesuatu yang harus untuk mewujudkan cita-cita nasional meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia, adil dan merata. Makanya segala tantangan generasi muda kita hari ini adanya, tawuran, penculikan, begal, narkoba dan prilaku sek bebas jelas merusak masa depan mereka," katanya.

Saat ini, tambah dia, berdasarkan hasil penelitian 70 persen pengindap penyakit mematikan, HIV/AIDS berasal dari hubungan sejenis, laki-laki dengan laki-laki.

"Orang jika sudah terindikasi penyakit HIV/ Aids sudah diperkirakan hidupnya tidak akan betahan lama dalam 10 tahun. Ini merupakan penyakit dapat merusak generasi emas kita dimasa datang. Karena itu dikawatirkan para penderita HIV/AIDS mencari anak-anak kita SMP dan SMA masuk dalam perangkap narkoba dan penyimpangan sek bebas," ujarnya.

Wagub juga ingatkan, kesuksesan pendidikan keagamaan menjadi sesuatu benteng moral yang baik. Justru itu, berbagai program magrib mengaji, subuh berjamaah, pesantren ramadhan dan ajaran didikan keimanan menjadi penting dalam mengisi rohani mereka dengan baik.

"Mewujudkan generasi muda yang unggul, cerdas dan berkepribadian merupakan tugas kita bersama-sama. Wadah pendidikan sekolah, masjid, orang tua, guru dan peran masyarakat dilingkungan mereka menjadi sangat penting. Untuk di Sumatera Barat peran ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang menjadi sesuatu yang mesti digerakkan bersama-sama," imbaunya.

Selain itu, mari rajut kebersamaan, jalin persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi kewajiban dan tanggungjawab semua komponen bangsa.
Peserta acara Penguatan Pembaruan Kebangsaan Etnis/Paguyuban Se Kabupaten Limapuluh Kotadi Hotel Sago Bungsu, Tanjung Pati, Kamis. (Ist)
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar