Stisip Imam Bonjol Padang tingkatkan mutu pendidikan hadapi revolusi industri 4.0

id Berita Padang, Stisip IB Padang,berita sumbar

Stisip Imam Bonjol Padang tingkatkan mutu pendidikan hadapi revolusi industri  4.0

Ketua Stisip Imam Bonjol Padang Wahyu Pramono (Antara/Laila Syafarud)

Padang (ANTARA) - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisip) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat akan meningkatkan mutu pendidikan dalam menghadapi revolusi 4.0.

Ketua Stisip Imam Bonjol Padang Wahyu Pramono di Padang, Sabtu mengatakan dalam menghadapi revolusi 4.0 tersebut Stisip juga melakukan pembenahan sistem teknologi informasi supaya bisa mengikuti perkembangan.

"Tentunya hal itu merupakan sebuah tuntutan dan tantangan terbesar kita semua untuk terus melakukan pengembangan perguruan tinggi dalam menghadapi dunia yang serba canggih dan digital," katanya pada saat acara wisuda Stisip Imam Bonjol Padang yang ke 32 dari jurusan ilmu administrasi publik.

Ia juga mengatakan upaya yang sudah dilakukan Stisip Imam Bonjol Padang yakni meningkatkan jumlah mahasiswa melalui kerjasama dengan ikatan alumni, pemerintah maupun pihak swasta.

"Selanjutnya meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang berkualitas dan meningkatkan akreditasi program studi," kata dia menambahkan.

Ia menyebutkan jumlah mahasiswa yang diwisuda pada periode ke 32 sekitar 17 orang mahasiswa dari jurusan ilmu administrasi publik.

Ia berharap mahasiswa yang telah diwisuda tersebut terus melanjutkan pendidikan dan tidak puas gelar yang telah diperoleh hari ini.

"Alhamdulillah, sebagian besar alumni Stisip Imam Bonjol Padang telah duduk dalam jabatan penting di bidang pemerintahan seperti sebagai bupati, wakil bupati, dan lainnya," kata dia menerangkan.

Ketua Yayasan Stisip Imam Bonjol Padang Adi Irwan Azhari mengatakan saat kampus Stisip telah berdiri sejak 57 tahun.

"Stisip Imam Bonjol Padang mempunyai 11 dosen yang telah memiliki jabatan fungsional akademik dan sedang proses penyelesaian sekitar lima orang," kata dia.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar