Moeldoko: lubuk larangan cara menarik jaga lingkungan sungai

id Moeldoko, sutan riska, dharmaraya, pamalayu, lubuk larangan, sumatera barat, kearifan lokal

Moeldoko: lubuk larangan cara menarik jaga lingkungan sungai

Sejumlah warga terlihat mengunakan sampan saat panen raya Lubuk Larangan, Kampung Surau, Nagari Lubuk Selasih, Dharmasraya, Senin (28/10). Kegiatan masyarakat dibuka oleh KSP Moeldoko didampingi bupati dan wakil bupati setempat. (Antara/Siri Antoni)

Pulau Punjung (ANTARA) - Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan pola lubuk larangan cara yang menarik untuk menjaga dan melestarikan lingkungan aliran sungai.

Kearifan lokal ini sebagai upaya memperhatahan manajemen lingkungan yang punya prosedur tersendiri yang telah disepakati dan harus diikuti semua masyarakat, kata Moeldoko pada lokasi panen raya Lubuk Larangan di Kampung Surau, Nagari Lubuk Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Senin.

Upaya ini, menurut dia, cara yang baik ditiru dan ditularkan ke daerah lain dalam menjaga daerah aliran sungai agar tetap lestari.

Moeldoko mengakui mendapatkan kesan baru dari kegiatan masyarakat itu, juga mengingatkan dirinya ke masa kecil waktu di kampungnya yang juga ada aliran sungai.

Ketika satu waktu sungai sedang banjir dan mandi bersama yang seusia, lalu dilanjutkan cari ikan dan makan bersama.

"Kalau kita tinggal dekat sungai sering main dengan air, dan bisa makan ikan yang punya protein cukup baik," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu, didampingi Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wabup H. Amrizal Dt. Rajo Medan, Sekda H. Adlisman, pimpinan Forkopimda, tokoh tokoh masyarakat Kampung Surau, bundo kanduang dan ratusan masyarakat setempat.

"Saya teringat masa kecil dalam suasana ini. Tapi baru tahu, soal Lubuk Larangan," ujarnya.

Melalui pola lubuk larangan baik diterapkan untuk mengelola suatu peraian umum dan bisa pula menghasilkan ikan.

"Hasil ikan yang banyak ini pada saatnya bisa dinikmati oleh masyarakat secara bersama-sama pula," kata Moeldoko.

Apalagi, menurutnya, makan ikan sangat baik bagi manusia, karena ikan mengandung nilai gizi tinggi dan bisa menambah kecerdasan.

Jadi, budaya makan ikan penting untuk digalakan, terutama anak-anak agar mendapatkan asupan gizi seimbang dan dapat terhindar dari stunting.

"Maka berilah anak-anak kita makan ikan yang banyak biar tumbuh secara cerdas dan nantinya mampu bersaing," ujarnya.
KSP Moeldoko didampingi Bupati Sutan Riska dan Wakil Bupati Amrizal di lokasi panen raya ikan Lubuk Larangan di Kampung Surau, Nagari Lubuk Selasih, Dharmasraya. (Antara/Siri Antoni)
Sementara Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyampaikan, acara panen lubuk larangan merupakan rangkaan kegiatan Festival Pamalayu.

Pola lubuk larangan merupakan satu cara Pemkab Dharmasraya untuk mewujudkan lingkungan perairan umum yang lestari.

Melalui penerapan lubuk larangan, maka perairan umum di Kabupaten Dharmasraya bisa Dilestarikan.

"Di saat banyak sungai yang tercemar tetapi masih ada di pusat ibukota kabupaten sangai terjaga dijadikan Lubuk Larangan," ujarnya.

Sebelum berakhirnya kegiatan, mantan Panglima TNI itu juga mengakui mendapatkan kesan dengan tradisi makan bersama-sama.

Masyarakat setempat masing-masing membawa nasi yang dibungkus dengan daun pisang, dilengkapi dengan sambal tradisional untuk disajikan dalam makan bajamba di pinggir sungai Pangian itu.

Mulai dari sambal lado mentah plus ikan bakar bumbu asam benar benar membangkitkan selera rombongan tamu yang menyantapnya.
Panen Raya Ikan Lubuk Larangan di Kampung Surau (Antara)
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar