PadangĀ (ANTARA) - Kementerian Perhubungan membantu Politeknik Negeri Padang berupa satu unit bus yang dipergunakan untuk kebutuhan angkutan mahasiswa.
"Sudah lama Direktur PNP komunikasi dengan saya terkait masalah kebutuhan angkutan untuk mahasiswa. Jadi bus tersebut diberikan oleh pemerintah sebagai perangsang dengan harapan untuk berikutnya ada pengadaan sendiri dari Pemda atau perguruan tinggi," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setyadi, di Padang, Senin.
Ia menambahkan, bahwa pada tahun 2020 pemerintah akan memperbaiki angkutan bus dan mengubah skemanya dari bantuan bus BRT kepada “buy the service”.
"Jadi pemerintah hanya membeli layanan saja tapi operatornya dari swasta," ujarnya.
Untuk uji coba skema tersebut dilakukan di lima kota yaitu Medan, Solo Raya, Yogyakarta, Denpasar dan Palembang.
Direktur PNP, Surfa Yondri mengatakan bahwa ia bersyukur mendapat bantuan bus tersebut walaupun awalnya beliau mengusulkan lima unit bus.
"Sebetulnya diajukan lima unit dan alhamdulillah dikabulkan satu, dan tujuan pengajuan bus ini adalah untuk membantu mahasiswa PNP dalam melakukan praktek ke lapangan," Katanya.
Kemudian pada rapat senat tersebut, Budi Setyadi juga memberikan orasi ilmiah mengenai revolusi industri 4.0 dengan kondisi warisan kebangsaan saat ini, ia mengatakan Indonesia diwarisi oleh empat konsensus dan ini harus dijaga agar tidak tergerus.
"Memang revolusi industri suatu keniscayaan, mau tidak mau kita harus masuk kesana, buktinya gadget ada dimana-mana, begitu masuk revolusi industri akan menggerus banyak nilai baik personal ataupun kelompok maka dari itu perlu kewaspadaan untuk menjaga empat konsensus tersebut," ujarnya.
Di akhir orasi ilmiahnya, ia membagikan hadiah berupa laptop dan helm kepada mahasiswa yg bertanya dan memberikan pendapat mengenai orasinya tersebut.
Salah satu mahasiswa yang mendapat hadiah laptop itu adalah Petrus jurusan Teknik Informatika yang berasal dari Papua.
Ia mengatakan mengenai kericuhan Wamena itu hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja yang terprovokasi. "Tidak semua masyarakat Papua ikut melakukan kericuhan tersebut," ujarnya.
Setelah usai acara ia mengunjungi stan-stan jurusan di PNP dan ada satu karya mahasiswa yang menarik perhatiannya yaitu mobil listrik yang menggunakan tenaga panel surya.
Ia mencoba menaiki mobil itu dan mengatakan karya tersebut patut diacungi jempol dan berharap bisa dikembangkan lagi.
